Breaking News

6/recent/ticker-posts

Maulid Nabi di MAN 2 Mataram, Tradisi Dulang Penamat Jadi Panggung Pelestarian Budaya Sasak | Suara Bumigora


Mataram, suarabumigora.com
– Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MAN 2 Mataram berlangsung meriah dengan balutan tradisi Sasak. Tahun ini, keluarga besar madrasah menggelar lomba Dulang Penamat yang melibatkan 48 rombongan, berlangsung pada Jum'at, (4/9/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa dan guru untuk mengenal, merawat, sekaligus memperkenalkan tradisi lokal kepada generasi muda.

Deretan Dulang Penamat, nampan khas Sasak yang dilengkapi penutup saji, menghiasi lingkungan madrasah. Setiap kelas berkreasi menyusun berbagai jajan tradisional dan hidangan khas dengan memperhatikan estetika sekaligus mempertahankan unsur budaya yang melekat pada tradisi tersebut.

Kepala MAN 2 Mataram, Sumber Hadi, mengatakan peringatan Maulid tahun ini sengaja dikemas dengan mengangkat tradisi Sasak sebagai bentuk apresiasi terhadap kearifan lokal.

Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk merangkul seluruh siswa, baik yang berasal dari Lombok maupun dari daerah lain, agar dapat mengenal dan menghargai tradisi yang hidup di tengah masyarakat.

“Spirit utamanya sederhana namun mendalam, yaitu merangkul seluruh siswa, baik warga lokal maupun pendatang, untuk lebih dekat dan bangga terhadap keunikan perayaan Maulid ala Sasak,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya NTB kepada generasi muda.

Sumber Hadi juga mengingatkan para siswa agar mengikuti tausiah dengan penuh perhatian. Menurutnya, kemampuan menyimak dan menjadi pendengar yang baik merupakan bagian dari akhlak serta bentuk penghormatan kepada orang lain.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan TGH Muammar Nasrullah. Dalam ceramahnya, ia mengulas kandungan QS At-Taubah ayat 128 tentang sejumlah sifat Rasulullah SAW yang patut diteladani umat Islam.

Salah satunya adalah sifat empati Rasulullah SAW terhadap umatnya yang tergambar dalam kalimat “azizun ‘alaihi ma ‘anittum”. Rasulullah SAW digambarkan memiliki kepedulian yang mendalam terhadap kesulitan dan penderitaan umatnya.

TGH Muammar juga menjelaskan sifat “harishun ‘alaikum”, yakni besarnya kepedulian Rasulullah SAW terhadap kebaikan umatnya. Kepedulian tersebut mencakup aspek kehidupan dunia sekaligus keselamatan iman dan kehidupan akhirat.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari peringatan Maulid Nabi di MAN 2 Mataram, yang tidak hanya menampilkan tradisi budaya, tetapi juga mengajak siswa mengambil keteladanan dari akhlak Rasulullah SAW.

Usai tausiah, keluarga besar MAN 2 Mataram menikmati hidangan Dulang Penamat secara bersama-sama dengan tradisi begibung, sembari diiringi lantunan selawat.

Perpaduan antara peringatan keagamaan, tradisi Sasak dan kebersamaan tersebut menjadi bagian dari upaya MAN 2 Mataram mengenalkan bahwa budaya lokal dapat terus hidup dan diwariskan melalui ruang pendidikan.

Bagi generasi muda, Dulang Penamat bukan sekadar sajian dalam sebuah perayaan. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, gotong royong, rasa syukur dan penghormatan terhadap tradisi yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Sasak.(lws)

Posting Komentar

0 Komentar