Breaking News

6/recent/ticker-posts

3 Anak "Tewas" Tertembak pada Perayaan Pawai Takbiran di Gerung | Suara Bumigora




Ibnu, salah seorang anak yang tewas (dalam peran drama) pada saat perayaan malam takbiran di Gerung. 

Lombok Barat, Suarabumigora.com - Tiga orang anak atas nama Ibnu (10), Habib (11), dan Iqbal (8), mereka tewas tertembak oleh tiga pria bersenjata laras panjang, yang berperan sebagai tentara Israel. Begitulah Drama yang mereka bawakan saat perayaan malam takbiran atau Malam ramadhan 1 Syawal 1440 H tadi malam (4/6/2019).



Anggota Kafilah Dusun Buwuh, Desa Mambalan ini mewakili Kecamatan Gunungsari di lomba pawai takbiran tingkat Kabupaten Lombok Barat di Gerung.

Selain menyajikan miniatur masjid Al Muhajirin, Kafilah ini juga menyajikan berbagai kreasi lampion kaligrafi dan drama jalanan dengan lakon "Duka Anak-anak dan Wanita Palestina".
Adegan penindasan terhadap anak palestina oleh kafilah Kecamatan Gunungsari
Adegan, anak yang terluka, tertembak, dan seorang ibu yang malindungi anaknya dari tentara Zionis Israel, adegan tersebut mendapat berbagai tanggapan penonton, ada yang terkejut, histeris dan terharu. 

Menurut Ahmad Azami, Ketua Kafilah tersebut, mereka sejatinya tidak memiliki konsep untuk drama tersebut namun saat tiba di lokasi ide tersebut muncul begitu saja, dan langsung dieksekusi. "Melihat penampilan kafilah lain yang lebih baik, kami merasa harus punya kreasi yang berbeda untuk dapat bersaing" tutur Azami.




Pementasan drama jalanan tersebut berhasil menyita perhatian ribuan penonton, karena dari 50 kafilah yang berkompetisi hanya kafilah Gunungsari yang menyajikan drama. 

Meski mendapat perhatian penuh dari penonton dan membuat kaget para juri, Kafilah yang baru pertama kali ikut lomba ini harus puas dengan meraih Juara Harapan Satu. "Kami sangat bersyukur, karena ini pengalaman pertama kami, terlebih ini tingkat Kabupaten" tambah Azami. 

Camat Gunungsari, Muh Mudasir juga menyampaikan apresiasinya terhadap Remaja masjid Al Muhajirin Dusun Buwuh, karena sudah menyajikan hal yang berbeda dengan semua peserta. "Ke depan harus ditingkatkan, saya optimis remaja-remaja ini punya potensi" ungkap Mudasir. (sat)

Baca Juga : Rekomendasi Trading Keuangan dan Asuaransi


Posting Komentar

3 Komentar

  1. Ini menunjukan kafir2 tdk senang hidup berdampingan lagi dgn islam,SABAAAAAAAR...?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gaflok ya gk bs bc kalimatnya gk ush bawa2 agm org

      Hapus
  2. Kok ada nama gua ibnu 😐

    BalasHapus