Mataram, suarabumigora.com - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Yayasan Buah Hati Insani Mataram yang menaungi TK/RA dan MI Integral Buah Hati Insani berlangsung khidmat dan sarat nuansa budaya Sasak, Rabu (2/9/2026).
Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Menjadi Anak Hebat dan Beradab”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menanamkan keteladanan Rasulullah SAW sekaligus mengenalkan tradisi lokal kepada para siswa sejak dini.
Nuansa tradisi Sasak terlihat ketika Pembina Yayasan Buah Hati Insani Mataram, Hj. Warni Djuwita, bersama jajaran pendidik serta siswa -siswi mengarak dulang penamat, nampan khas Lombok yang berisi beragam hidangan untuk dinikmati secara bersama-sama.
Hj. Warni Djuwita mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter dan pengenalan budaya kepada generasi muda.
“Melalui momen Maulid ini, kita ingin anak-anak kita di TK/RA maupun MI Integral tidak hanya mengenal dan mencintai Nabi Muhammad SAW, tetapi juga bangga dengan tradisi kebaikan seperti dulang penamat yang mengajarkan kebersamaan dan indahnya berbagi,” ujarnya.
Menurutnya, pengenalan tradisi lokal sejak dini penting dilakukan agar nilai-nilai budaya tetap hidup dan dipahami oleh generasi penerus. Selain sebagai warisan budaya, tradisi dulang penamat juga mengandung nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi yang relevan dengan pembentukan karakter anak.
Sementara itu, Kepala MI Integral Buah Hati Insani Mataram, H. Ahmad Mustaan, menegaskan bahwa akhlak Rasulullah SAW harus menjadi salah satu landasan utama dalam proses pendidikan di madrasah.
Ia menyebut, peringatan Maulid Nabi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara pengurus yayasan, guru, siswa, dan orang tua.
“Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pengurus yayasan, guru, siswa, dan orang tua. Kami berharap semangat meneladani Nabi terus tertanam dalam karakter dan keseharian seluruh warga madrasah,” tegasnya.
Selain rangkaian Maulid dan tradisi makan bersama, para siswa juga mengikuti kegiatan dongeng yang diisi oleh Fiki. Dalam kegiatan tersebut, Fiki menyampaikan kisah dan keteladanan Nabi Muhammad SAW dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Kegiatan dongeng tersebut menjadi sarana edukasi bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat sosok Rasulullah SAW, sekaligus memahami nilai-nilai akhlak yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peringatan Maulid Nabi di Yayasan Buah Hati Insani Mataram tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak tentang akhlak, kebersamaan, kepedulian, serta pentingnya menjaga tradisi dan budaya lokal.(lws)




0 Komentar