Breaking News

6/recent/ticker-posts

Kongres Nasional IMAKIPSI ke-XIII: Menakar Kesiapan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045 | Suara Bumigora


Mataram, suarabumigora.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat secara resmi membuka Kongres Nasional ke-XIII Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan Seluruh Indonesia (IMAKIPSI) di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Senin (13/4/2026). Perhelatan ini menjadi panggung penting untuk mengevaluasi mutu pendidikan nasional demi mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.


​Mewakili Gubernur NTB, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB, Syamsul Hadi, menekankan bahwa visi Indonesia Emas 2045 bukan sekadar jargon, melainkan target yang menuntut transformasi nyata di tingkat perguruan tinggi.


​"Kita harus melihat apakah sistem pendidikan dan regulasi yang kita gunakan hari ini masih relevan untuk menjadi modal generasi berikutnya," ujar Syamsul, yang baru memasuki hari kedua masa dinasnya setelah dilantik pekan lalu.

Kepala Dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga NTB, Syamsul Hadi saat membukab Kongres IMAKIPSI ke-XIII di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur 

​Dalam orasi pembukaannya, Syamsul memaparkan lima aspek fundamental yang wajib dimiliki oleh mahasiswa sebagai calon pendidik dan pemimpin bangsa:

• ​Akhlakul Karimah: Memperkuat fondasi iman di tengah arus digitalisasi.

• ​Kecerdasan Intelektual: Kemandirian dalam memecahkan masalah secara kritis.

• ​Inovasi dan Kreativitas: Penguasaan teknologi untuk menghadapi perubahan global.

• ​Kemampuan Komunikasi: Keterampilan menyampaikan gagasan secara efektif.

• ​Kolaborasi: Semangat kerja sama yang memberikan manfaat bagi sesama.

​Senada dengan semangat transformasi tersebut, narasumber seminar pada gelaran tersebut, Dr. Asrin, Ketua Program Studi Magister Pendidikan Dasar FKIP Universitas Mataram yang juga sebagai Ketua Ismapi NTB memberikan catatan kritis mengenai posisi pendidikan Indonesia di kancah global. Ia menyoroti skor kualitas SDM Indonesia yang dinilai masih tertinggal jauh dari Singapura.


​"Bagaimana kita mau mengelola kekayaan mineral dan litium menjadi produk berdaya saing jika kualitas pendidikan kita tidak beranjak?" tegas Dr. Asrin dalam seminar nasional yang menjadi rangkaian kongres tersebut.


​Ia juga menyoroti ironi anggaran pendidikan nasional yang sangat besar, mencapai Rp769,1 triliun, namun belum mampu menciptakan stabilitas kurikulum. Ia mendesak agar Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) tidak menjadi objek kepentingan politik yang berubah setiap pergantian kepemimpinan.


​Selain isu mutu pendidikan, Dr. Asrin yang juga menjabat Ketua Ismapi NTB, menekankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menyosialisasikan hak asasi atas informasi. Menurutnya, mahasiswa harus menjadi "penyambung lidah" untuk memastikan masyarakat memahami pentingnya transparansi kebijakan publik.


​"Fondasi utama Indonesia Emas adalah keterbukaan. Mahasiswa harus berada di garda terdepan untuk memastikan tata kelola pemerintahan yang bersih dan terbuka melalui pengawalan kebijakan berbasis data yang akurat," tambahnya.


​Terkait arah kebijakan baru, forum ini juga mendiskusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai strategi memperkuat ketahanan nasional dari sisi kesehatan. Dr. Asrin menilai pertahanan negara yang paling mahal bukan terletak pada alutsista, melainkan pada gizi dan kualitas intelektual anak bangsa.


​Kongres IMAKIPSI ke-XIII ini diharapkan menghasilkan rumusan konkret dan rekomendasi kebijakan yang akan dibawa ke tingkat nasional, sebagai bukti kontribusi nyata mahasiswa keguruan dalam membangun fondasi pendidikan Indonesia yang lebih kokoh.(lws)

Posting Komentar

0 Komentar