Breaking News

6/recent/ticker-posts

Bupati Djohan Ikut Resmikan Pojok Pajak Bangsal KLU | Suara Bumigora

Penandatanganan kesepakatan peminjaman gedung Pojok Pajak Bangsal

Lombok Utara, suarabumigora.com - Guna mempermudah pelayanan perpajakan bagi masyarakat atau Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakan, KPP Pratama Mataram Timur bersama Kanwil DJP Nusa Tenggara  meresmikan pemindahan Pojok Pajak yang berlokasi di Gedung milik Pemda KLU yang sebelumnya digunakan oleh Dekranasda KLU bertempat Terminal Bangsal Pemenang. 


Peresmian itu sendiri, ditandai dengan pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng oleh Bupati Lombok Utara  Djohan Sjamsu, bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Nusa Tenggara Syamsinar, didampingi oleh Kepala KPP Mataram Timur Ir. Iteng Warih Patriarti, Sekda KLU Anding Duwi Cahyadi, para kepala PD terkait serta undangan lainnya, Senin (10/7/2023). 


Sebelumnya, dilangsungkan penandatanganan Perjanjian Pinjam Pakai  bangunan milik Pemda Lombok Utara di Lingkungan Terminal Bangsal untuk Pos Pelayanan Pajak Bangsal oleh Sekda KLU Anding Duwi Cahyadi dengan Kepala KPP Mataram Timur. 


Dalam sambutannya, Bupati Djohan menyampaikan, bahwa kehadiran wisatawan di Lombok Utara kini telah mengalami peningkatan pasca Covid-19 sehingga adanya pojok pajak sebagai sarana pemerintah dalam meningkatkan pendapatan disektor pajak. 


Dengan penempatan kantor baru, diharapkan semangat dari para petugas pajak semakin bertambah, sehingga pendapatan negara dari sektor pajak di Lombok Utara dapat meningkat. 


"Dengan adanya pojok pajak ini lebih mendekatkan masyarakat atau wajib pajak dengan pemerintah terutama penyelenggara pelayanan pajak. Dalam hal ini guna melakukan pembayaran pajak," tuturnya. 


Foto bersama peresmian Pojok Pajak Bangsal, Pemenang

Adanya pos pajak ini juga dinilai mempermudah para petugas, sehingga bisa lebih berkonsentrasi dalam bekerja. Selain itu, adanya kantor Pojok Pajak sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah kepada pemerintah pusat dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. 


"Peresmian Pojok Pajak sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan daerah. Selain sebagai sarana dan fasilitas sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya melakukan pembayaran pajak," tuturnya. 


Sementara itu Kepala Kanwil DJP Nusa Tenggara Syamsinar menilai, gedung milik Pemda KLU yang dipinjamkan kepada KPP Pratama Mataram Timur tersebur merupakan bentuk dukungan pemda setempat  dalam menghimpun pemungutan pajak khususnya yang ada di wilayah KLU. Dana yang dihimpun tersebut nantinya akan kembali kepada daerah dalam bentuk Dana Bagi Hasil (DBH). 


"Dengan menggali potensi dari daerah masing-masing diharapkan dana bagi hasil tersebut nantinya dapat meningkatkan PAD khususnya dari pajak," katanya.


Hasil pajak yang didapatkan kemudian akan dibagi dengan tujuan untuk memberikan kesetaraan di daerah dalam melaksanakan pembangunan. Selain itu, Pemda didorong untuk meningkatkan kemandirian sebagai upaya dan solusi kerja sama dalam penggalian potensi dalam rangka mengoptimalkan mendapatan  daerah. 


“Terimakasih kepada Pemda yang telah menfasilitasi DJP dalam melakukan tugas-tugas perpajakan dan mempermudah masyarakat, dengan meminjamkan lokasi sebagai Pos pelayanan pajak," ucapnya.


Sementara itu Kepala KPP Matim Iteng Warih Patriarti menceritakan, perjalananp pos pelayanan di Bangsal awalnya bertempat di Gili Terawangan, namun terpaksa ditutup karena musibah gempa bumi. Sempat beroperasi kembali sebelum harus tutup lagi akibat pandemi Covid-19 sehingga pada kali ini dilakukan pemindahan menuju  Terminal Bangsal untuk melakukan pelayanan pajak di tiga gili dan masyarakat sekitar. 


"Pelayanan Pojok Pajak Bangsal akan dimulai pada hari Selasa 11 juli 2023 dan akan melakukan pelayanan pada setiap hari Selasa dan Kamis," terang Iteng. 


"Insya Allah, besok sudah mulai buka pelayanan kami. Untuk di sini pelayanan pajak akan dibuka hanya pada hari Selasa dan Kamis setiap minggunya," urainya. 


Iteng berharap, agar keberadaan Pojok Pajak di Bangsal itu juga dapat disosialisasikan oleh media, sehingga dapat mempermudah masyarakat mengetahui lokasi atau program perpajakan yang diselenggarakan pihaknya. 


"Saya mohon bantuan kawan-kawan media juga untuk membantu kami memberikan sosialisasi kepada masyarakat, karena keberadaan media cukup besar pengaruhnya bagi kami," tutup Iteng. (sat)

Posting Komentar

0 Komentar