Breaking News

6/recent/ticker-posts

Menuju HUT Ke-14 KLU, Polres Lotara Gandeng Pemda Selenggarakan Lomba Siskamling | Suara Bumigora

Kasat Pol-PP KLU, Haris Nurdin bersama tim penilai lomba siskamling kabupaten saat mengunjungi Poskamling Dusun Kerujuk, Desa Menggala, Kecamatan Pemenang

Lombok Utara, suarabumigora.com - Guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tingkat kampung, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menyelenggarakan lomba Siskamling (sistem keamanan lingkungan). Hal ini juga merupakan rangkaian kegiatan menuju puncak hari ulang tahun (HUT) ke-14 KLU. 


Kegiatan lomba yang digagas Polres Lotara dan bekerja sama dengan Pemda KLU dalam hal ini Sat Pol-PP KLU dan TNI ini, juga melibatkan beberapa OPD terkait seperti DP2KB-PMD KLU, Bappeda KLU, Kesbangpol KLU, Bagian Kesra Setda KLU, seluruh kecamatan dan Asosiasi Kepala Desa (AKAD) Lombok Utara. 


Kepala Sat Pol-PP KLU, Haris Nurdin, mengatakan, lomba ini sejatinya digelar sebagai motor penggerak saja, agar kegiatan siskamling bisa berjalan secara berkelanjutan. Kemudian bisa meningkatkan kondisi keamanan di masing-masing wilayahnya. 


"Yang kita harapkan bukan lomba ini, ini hanya penggerak, jadi harapan besar kita poskamling yang ada di dusun-dusun itu bisa aktif secara berkelanjutan," jelas Haris, ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (12/7/2022). 


Haris menjelaskan, sistem perlombaan melibatkan masing-masing kecamatan se-KLU. Setiap kecamatan berhak mengusulkan maksimal dua poskamling sebagai peserta lomba, kemudian tim penilai dari kabupaten akan turun meninjau dan menilai poskamling yang diusulkan. 


"Masing-masing kecamatan maksimal mengusulkan dua poskamling. Kami dari tim penilai kabupaten sudah turun sejak kemarin dan nanti proses penilaian berakhir pada 15 Juli 2022," terang Haris. 


Ia berharap, lomba ini dapat dilaksanakan lebih masiv lagi ke depan dengan anggaran dan pola-pola yang sudah dipersiapkan. Pasalnya, di tingkat provinsi lomba semacam ini sering kali digelar, namun untuk tingkat kabupaten, khususnya di Lombok Utara, ini merupakan yang pertama. 


"Kita ini baru pertama kali mengadakan, untuk tahun depan mungkin bisa kita selenggarakan lebih baik, tentu saja dengan harapan didukung anggaran yang memadai. Ini bisa jadi kita bawa untuk lomba ke provinsi nanti," urainya. 


Kepala Sat Pol-PP KLU, Haris Nurdin saat ditemui di ruang kerjanya

Haris menambahkan, poskamling yang nantinya menjadi juara pada lomba siskamling kali ini akan diumumkan dan diberikan hadiah pada puncak perayaan HUT ke-14 KLU, 21 Juli mendatang. 


Sementara itu, Camat Gangga, Kariadi, yang dikonfirmasi melalui saluran telepon, mengaku antusias dengan adanya lomba siskamling ini. Menurutnya, kondisi di Lombok Utara memang relatif aman, namun beberapa riak-riak isu di masyarakat beredar tentang ancaman pencurian membuat pemerintah harus berperan aktif mengantisipasi ancaman tersebut. 


"Kita di KLU memang relatif aman, tapi ini sebagai tindakan antisipasi kita, jangan sampai saat sudah kehilangan baru berteriak. Meski begitu ada juga sayup-sayup terdengar isu pencurian motor, dan sebagainya, itu yang perlu kita antisipasi," tegas Kariadi. 


Kariadi mengungkapkan, dua poskamling yang dinilai layak mewakili kecamatan Gangga dalam perlombaan siskamling ini adalah Poskamling Dusun Lias, desa Genggelang, dan Poskamling Dusun Lenek, Desa Bentek. Kariadi optimis salah satu di antara dua poskamling tersebut dapat meraih juara. 


"Yang mewakili Kecamatan Gangga, ada Poskamling Lias, dan Lenek. Ya, kami optimis salah satunya nanti bisa meraih juara," papar Kariadi. 


Sementara itu, salah satu tim penilai yang mewakili DP2KB-PMD KLU, Yanis Maladi, menuturkan, kegaiatan ini memang lebih dimaknai sebagai tindakan antisipatif. Kendati KLU merupakan daerah yang relatif aman dari kasus-kasus kriminal, baginya tetap saja antisipasi dan kewaspadaan harus diutamakan. 


"Antisipasi, itu yang penting. KLU memang aman, tapi kita tidak boleh lengah. Tujuan lomba ini memang seperti itu, meningkatkan kewaspadaan warga," papar Yanis. 


Sebagai salah satu anggota dari tim penilai, Yanis mengemukakan ada banyak hal yang menjadi kriteria penilaian di antaranya, keaktifan poskamling, ketersediaan peralatan medis seperti kotak P3K, pemahaman petugas siskamling terkait dengan bunyi-bunyi kentongan, dan lain sebagainya. 


"Banyak sekali kriteria yang kita nilai, di antaranya keaktifan warganya, kemudian kelengkapan seperti ketersediaan kotak P3K, dan masih banyak lagi," urainya. 


Penilaian yang dilakukan tim tingkat kabupaten telah dimulai pada 11 Juli 2022, dari wilayah kecamatan paling barat Lombok Utara (Pemenang), hingga ke timur (Bayan) sampai Tanggal 15 Juli 2022. Lomba ini diharapkan dapat berjalan secara reguler setiap tahun sehingga tetap ada motivasi bagi masyarakat mengaktifkan siskamling di poskamling masing-masing. (sat)

Posting Komentar

0 Komentar