Breaking News

6/recent/ticker-posts

Gubernur NTB Siapkan Ratusan Sertifikasi untuk Siswa SMK, Fokus Kurangi Pengangguran | Suara Bumigora


Lombok Tengah, suarabumigora.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan investasi pendidikan bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), terutama di wilayah pelosok, guna meningkatkan kualitas lulusan sekaligus menekan angka pengangguran.

Hal itu disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat melakukan kunjungan ke SMKN 1 Kopang, Rabu (4/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, gubernur menegaskan bahwa SMK tidak boleh lagi dipandang sebagai penyumbang angka pengangguran. Salah satu solusi yang disiapkan pemerintah daerah adalah memperkuat sertifikasi keahlian bagi para siswa.

“SMK tidak boleh lagi menjadi penyumbang pengangguran. Salah satu kendala selama ini adalah masalah sertifikasi LSP-P (Lembaga Sertifikasi Profesi). Semester ini pemerintah provinsi menyiapkan subsidi sekitar 420 hingga 430 sertifikasi,” ujarnya.

Menurutnya, sertifikasi tersebut penting agar lulusan SMK tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional maupun internasional. Dengan demikian, peluang kerja bagi lulusan akan semakin terbuka, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Jika program ini berjalan efektif, Pemprov NTB berencana menjadikannya sebagai program rutin setiap tahun.

Selain persoalan sertifikasi, gubernur juga menyoroti kesenjangan perkembangan antara SMK di wilayah perkotaan dan pedesaan. Sekolah di kota dinilai lebih cepat berkembang karena jumlah siswa lebih banyak sehingga dana Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) yang terkumpul juga lebih besar.

Sebaliknya, banyak SMK di wilayah pedesaan menghadapi keterbatasan pendanaan karena sebagian besar siswanya berasal dari keluarga kurang mampu atau kategori ekonomi desil 1 dan 2.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov NTB tengah menyiapkan skema investasi pendidikan melalui dana BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah).

“Insya Allah kami akan investasi BOSDA untuk daerah-daerah yang siswanya banyak dari kategori ekonomi rendah. Kami ingin perkembangan SMK di kota dan desa bisa bersaing secara adil,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, gubernur juga memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap semangat meraih prestasi. Ia menegaskan bahwa siswa yang tinggal di desa memiliki peluang yang sama untuk maju seperti siswa di kota.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Kopang, Lalu Subhanudin, mengungkapkan pihaknya terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Salah satunya melalui kerja sama dengan Pertamina melalui program Pertamina Enduro.

“Melalui kerja sama ini, kami pernah menghadirkan dua pembalap MotoGP untuk memberikan motivasi kepada siswa. Selain itu, setiap tahun siswa juga akan mendapatkan pelatihan langsung dari mekanik nasional di Jakarta,” ungkapnya.

Kerja sama tersebut juga akan diwujudkan dalam pembangunan bengkel praktik dengan branding bersama antara sekolah dan Pertamina Enduro. Fasilitas ini diharapkan menjadi laboratorium praktik bagi siswa dari tujuh jurusan yang ada, mulai dari Teknologi Kendaraan Ringan hingga Desain Komunikasi Visual. (lws)

Posting Komentar

0 Komentar