Breaking News

6/recent/ticker-posts

Ramadhan, Pemdes Bentek Tadris Ekonomi Islam Guna Perkuat Bumdes | Suara Bumigora

Kepala Desa Bentek Warna Wijaya saat memberikan sambutan

Lombok Utara, suarabumigora.com - Kepala Desa Bentek, Warna Wijaya, bersama jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) Bentek, memberikan pemahaman dan kajian kepada masyarakatnya terkait sistem perekonomian islam. Hal tersebut dilakukan Pemdes Bentek guna membangkitkan semangat masyarakat berwirausaha dan memajukan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Bentek, terutama di era pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Kegiatan itu dilakukan saat sosialisasi Satgas PPKM sekaligus Safari Ramadhan di Dusun Todo, desa setempat, Minggu (24/4/2022). 


Menurut Warna, hal ini dilakukannya sekaligus guna melakukan sosialisasi terkait dengan program Bumdes Bentek. Seperti paket sembako murah, yang diakuinya memiliki harga yang cukup murah, bahkan sedikit lebih murah dibanding harga pasar. 


"Saya mengajak masyarakat kami di Dusun Todo, mari belanja di Bumdes, harganya lebih murah dari harga di pasar, kenapa mesti jauh-jauh, kita punya di sini," ujar Warna. 


Suwandi saat memberikan pemaparan tentang ekonomi islam

Ia menyebutkan, telah memberikan penyertaan modal kepada Bumdes Bentek sejumlah Rp 250 juta di tahun ini. Kemudian Bumdes Bentek juga menjalin kerja sama dengan beberapa pihak luar seperti Maha Desa. 


"Bumdes kami juga bekerja sama dengan pihak-pihak seperti Maha Desa. Ke depan bukan hanya paket sembako, tapi berbagai program penumbuhan ekonomi terutama yang menunjang pariwisata akan kami jalankan," tegasnya. 


Ia menambahkan, sisi ekonomi di bidang pengelolaan sampah juga menjadi lirikannya. Pasalnya, Desa Bentek sudah memiliki TPS 3R yang dapat dimaksimalkan menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan pendapatan masyarakat. 


Suasana saat sosialisasi di masjid Dusun Todo

Sementara itu, dalam ceramahnya sebagai narasumber, Suwandi menjelaskan sistem ekonomi islam merupakan sistem ekonomi terkuat di dunia. Hal tersebut, menurut Suwandi merupakan pernyataan para pakar ekonomi dunia. Ia memberikan contoh sukses pihaknya membangun atmosfer ekonomi islam di Desa Sesait, Kayangan. 


"Ekonomi islam merupakan sistem ekonomi terkuat menurut para pakar ekonomi dunia. Saya sudah berhasil menerapkan itu di Sesait, dan bisa dilihat hasilnya," ujar Doktor Ekonomi Islam asal Sesait tersebut. 


Ia bahkan menceritakan, dirinya dan koleganya saat ini tengah mendirikan pondok pesantren di Desa Sesait yang berbasis ekonomi islam dengan kemampuan wajib menguasai tiga bahasa asing (Arab, Inggris, dan Mandarin) dan menghafal Al-Qur'an. 


Acara sosialisasi tersebut berjalan tertib dan antusias dihadiri oleh puluhan warga Dusun Todo. Kegiatan diakhiri dengan acara Menggibung (makan bersama) ala Sasak. (sat)

Posting Komentar

0 Komentar