Breaking News

6/recent/ticker-posts

Sebelum BAST, Proyek UNDP-PETRA Dimonitor | Suara Bumigora

Monitoring bersama proyek UNDP-PETRA

Mataram, suarabumigora.com - Sejumlah 22 fasilitas sosial bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur masyarakat terdampak gempabumi 2018 di Nusa Tenggara Barat (NTB) telah rampung dibangun melalui dukungan proyek UNDP PETRA.


Perwakilan kementerian lembaga (Bappenas, BNPB dan Kementerian Keuangan) dan perwakilan pemerintah daerah tingkat provinsi dan kabupaten mekakukan monitoring bersama dan pemeriksaan fisik terhadap 22 fasilitas yang telah dibangun UNDP dari tanggal 22-25 Maret 2022. Kegiatan ini bertujuan untuk memeriksa dan memastikan kondisi dan kualitas fasilitas tersebut telah sesuai dengan desain dan spesifikasi teknisnya. 


Melalui Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah, Pemprov NTB mengapresiasi dukungan UNDP-PETRA ini. Ummi Rohmi (sapaan akrab Sitti Rohmi Djalilah) membuka sekaligus memberikan arahan terkait kegiatan monitoring dan pemeriksaan fisik proyek PETRA ini. Ia menyampaikan, 22 fasilitas yang dibangun UNDP adalah infrastruktur vital yang dibutuhkan masyarakat. Guna mempercepat kebermanfaatan fasilitas-fasilitas tersebut, Ummi Rohmi berharap agar segera diserah-terimakan.


"Harapan kami, fasilitas-fasilitas ini segera diserah-terimakan agar dapat bermanfaat dalam waktu dekat," jelas Ummi Rohmi. 


Mewakili BNPB, Priska Saragih menyampaikan, kegiatan monitoring dan pemeriksaan fisik ini dilakukan utuk memastikan kondisi fisik fasilitas sebelum dilakukan serah terima dan dibuatkan BAST (Berita Acara Serah-Terima) dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Lebih lanjut, Priska mengatakan hasil pemerikasaan fisik menunjukan kualitas fasilitas yang dibangun proyek PETRA sudah mumpuni dan sudah dapat diserah-terimakan ke pemerintah daerah.


"Perlu dilakukan pemeriksaan fisik seperti ini sebelum diserah-terimakan untuk memastikan kondisi fisik bangunan-bangunan tersebut," urai Priska. 


Monitoring bersama proyek UNDP-PETRA

Senada dengan Priska, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD NTB Ilham Ardiansyah menyatakan, kualitas fasilitas pendidikan dan kesehatan yang dibangun proyek PETRA sudah paten dan perlu segera serah-terima operasional ke daerah agar fasilitas tersebut ada yang memelihara dan merawatnya.


"Kami pikir kualitas bangunannya sudah baik, nah ini perlu segera diserah-terimakan agar ada yang memeliharanya," paparnya. 


Koordinator Proyek PETRA NTB Zaenudin menyampaikan, monitoring bersama ini sebagai bagian dari proses BAST. Pelibatan kementerian lembaga dan pemerintah daerah terkait di tingkat provinsi dan kabupaten seperti BPBD, BAPPEDA, BPKAD, PUPR dalam kegiatan monitoring dan pemeriksaan fisik 22 fasilitas tersebut penting dilakukan untuk mendapatkan masukan dan saran sebelum serah-terima fasilitas ke pemerintah daerah dilakukan. Zaenudin menyampaikan terimakasih kepada semua pihak terutama pemerintah daerah provinsi dan kabupaten atas dukungan dalam pelaksanaan kegiatan proyek PETRA ini.


"Monitoring ini arahnya sudah ke sana (BAST), dilibatkannya semua elemen pada hari ini agarvbisa memberikan saran dan masukan sebelum diserah-terimakan," pungkas Zaenudin. 


Proyek PETRA merupakan dukungan Pemerintah Jerman melalui Bank Pembangunan Jerman (KfW) untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempabumi 2018 di NTB dan Sulawesi Tengah. (sat)

Posting Komentar

0 Komentar