Breaking News

6/recent/ticker-posts

2 Bulan Terakhir, Polres Lotara Ungkap 9 Kasus Kriminal | Suara Bumigora

Kapolres Lombok Utara, Fery Jaya Satriansyah (kanan), bersama Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, Anton Rama Putra (kiri), saat menggelar konferensi pers.

Lombok Utara, suarabumigora.com - Polres Lombok Utara (Lotara) membeberkan sembilan kasus kriminal yang telah berhasil diungkap jajarannya selama dua bulan terakhir. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Lombok Utara, Fery Jaya Satriansyah bersama Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, Anton Rama Putra pada konferensi pers yang digelar Polres Lotara di Gangga, Rabu (10/6/2020). 

Sembilan kasus kriminal yang diungkap jajaran Polres Lotara tersebut enam di antaranya merupakan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) termasuk pencurian kendaraan bermotor (curanmor), satu merupakan kasus perjudian togel, satu tindak pidana bidang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem, serta terakhir merupakan kasus penyebaran berita bohong (hoax) melalui media sosial. 

"Yang mendominasi ini kasus curat, ada enam kasus termasuk curanmor, kemudian masing-masing, pidana terkait konservasi, judi dan ITE," jelas Anton pada media saat konferensi pers tersebut. 

Anton menegaskan, ada 10 pelaku yang terjaring pada sembilan kasus tersebut, yang rata-rata merupakan warga Lombok Utara. Selain itu, ia menyatakan sembilan kasus yang diungkap pihaknya terjadi merata di semua kecamatan se-KLU. 

"Kita sudah menjaring 10 pelaku yang sat ini ad di hadapan hadirin, rata-rata mereka warga Lombok Utara," paparnya. 

Kapolres Lombok Utara, Fery Jaya Satriansyah saat menujukan barang bukti di hadapan media
Berbagai barang bukti pun turut menjadi sitaan pihak Polres Lotara, dari sembilan kasus yang terungkap tersebut tersita lima unit sepeda motor, empat unit TV, 11 unit smartphone, 3 ekor burung langka, uang tunai dan beberapa dokumen serta barang bukti lainnya. 

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Lotara, Fery Jaya Satriansyah menerangkan terkait anggaran Covid-19 di KLU, pihaknya tak henti-hentinya mengingatkan para pengelola anggaran agar digunakan sebagaimana mestinya serta dengan ketentuan yang ada. Ia mengaku, pihaknya juga aktif mengawasi penggunaan anggaran tersebut. 

"Saya juga termasuk anggota Satgas Covid-19, oleh karenanya saya tetap mengingatkan pada pihak pengelola anggaran agar dikelola dengan baik dan benar, kami juga dari kepolisian tetap aktif mengawasi anggaran tersebut melalui intel kami," tegas Fery. 

Pada kesempatan tersebut, Feri kembali menyampaikan pesannya melalui media  agar semua elemen di Lombok Utara dapat bersinergi dengan kepolisian guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di KLU. Pasalnya, ia mengakui kepolisian tidak akan mampu bergerak sendiri tanpa dukungan semua pihak. 

"Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terutama teman-teman wartawan, dan semua elemen masyarakat, saya ingatkan kembali agar kita bersama-sama menjaga keamanan di daerah kita tercinta ini, karena kepolisian tidak mungkin bergerak sendiri," pungkasnya. (sat) 

Posting Komentar

0 Komentar