Breaking News

6/recent/ticker-posts

Bulog Pastikan Suplai Beras Medium dan Premium Tanpa Batas Selama HBKN | Suara Bumigora


Lombok Barat, suarabumigora.com - Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak perlu khawatir terkait ketersediaan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan 2026. Perum Bulog Kantor Wilayah NTB memastikan cadangan beras nasional di wilayah ini dalam kondisi sangat aman, bahkan mencukupi untuk kebutuhan satu tahun ke depan.


​Hal tersebut ditegaskan oleh Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, saat menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak nasional di Lapangan Banteng, Desa Lingsar, Lombok Barat, Jumat (13/2/2026).

​"Stok beras kita alhamdulillah cukup aman. Saat ini tersedia kurang lebih 154.000 ton, yang diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan hingga satu tahun ke depan," ungkap Mara Kamin di hadapan awak media.

Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Bulog menyatakan siap menggelontorkan stok sebanyak-banyaknya untuk menjaga stabilitas harga. Mara Kamin menjelaskan bahwa pihaknya tidak mematok angka kaku untuk target penyaluran, melainkan bergerak fleksibel mengikuti permintaan masyarakat.

​"Per hari kita bisa keluarkan 100 hingga 150 ton, tergantung kebutuhan di lapangan. Untuk setiap titik GPM, kami siapkan minimal 5 ton. Jika kurang, langsung kita tambah," jelasnya.

Komoditas yang disiapkan pun beragam, mulai dari beras medium (SPHP), beras premium, hingga gula pasir.
Terkait sempat adanya isu keterlambatan distribusi minyak goreng, Mara Kamin mengklarifikasi bahwa kendala tersebut terjadi pada pengiriman dari Surabaya. Namun, ia memastikan kondisi saat ini sudah berangsur pulih.

​"Insyaallah minggu ini distribusi sudah normal semua. Jika sebelumnya pencatatan di SP2KP sempat berada di zona merah, alhamdulillah minggu ini sudah kembali hijau," tambahnya.
Kepastian stok ini disambut antusias oleh warga yang memadati stand sejak pagi. Sumarni, salah satu warga Lingsar, mengaku lega bisa mendapatkan minyak goreng seharga Rp31.000 per dua liter, jauh di bawah harga pasar yang mencapai Rp43.000.

​Senada dengan itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, H. Eva Dewiyani menekankan bahwa kolaborasi antara Bulog, Bank Indonesia, dan petani lokal ini merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menekan inflasi di 26 titik sepanjang tahun 2026.

​Melalui sinergi ini, Pemerintah Provinsi NTB optimistis harga pangan akan tetap stabil sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa dibayangi lonjakan harga kebutuhan pokok.(lws)

Posting Komentar

0 Komentar