Mataram, suarabumigora.com - Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 162/Wira Bhakti PD IX/Udayana menggelar talk show inspiratif bertajuk "Merajut Mimpi untuk para Pelaku UMKM Pemula Berdasarkan Tren dan Kebutuhan Naik Kelas" di Hotel Golden Palace, Mataram, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem UMKM di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ketua Persit KCK Koorcab Rem 162 Wira/Bhakti PD IX/Udayana, Endang Sjasul Arief, menyampaikan bahwa acara ini merupakan rangkaian persiapan menuju pameran besar di Jakarta yang akan dilaksanakan pada 7-9 Mei mendatang. Menurutnya, talk show ini bertujuan agar pelaku UMKM tidak hanya jalan di tempat, tetapi memiliki visi untuk berkembang lebih luas.
"Saya ingin membuka pintu bagi ibu-ibu kami di daerah, baik di Sumbawa maupun Lombok. Ini adalah jalan bagi UMKM kita untuk berkembang dan naik kelas," ujarnya.
Dalam upaya mendorong kemajuan sektor ini, Persit KCK Koorcab Rem 162 Wira Bhakti PD IX/Udayana berkomitmen memberikan pendampingan intensif, terutama terkait aspek legalitas usaha. Kerja sama dengan Dekranasda dan instansi terkait terus diperkuat guna memastikan produk-produk lokal memiliki izin yang lengkap dan standar pasar yang mumpuni.
Endang menekankan pentingnya menjaga kualitas produk sesuai dengan permintaan pasar. Hal ini mencakup kurasi produk yang ketat agar mampu bersaing secara nasional maupun internasional.
"Kami memiliki wadah Galeri Wira Bhakti yang menaungi sekitar 2.838 anggota Persit di seluruh NTB. Potensi UMKM di dalamnya sangat besar, dan kami akan terus mendorong mereka untuk meningkatkan kualitas dan branding produk," tambahnya.
Menghadapi tantangan zaman, Endang juga mengingatkan para pelaku UMKM untuk tidak hanya bergantung pada pasar tradisional. Transformasi ke ranah digital menjadi keharusan agar jangkauan promosi semakin luas.
"Kita harus mengikuti tren. UMKM kita tidak bisa berhenti di pasar tradisional saja, tapi harus merambah ke pasar digital. Melalui talk show ini, kami membuka wawasan para ibu agar berani berpromosi di wilayah digital karena eranya sudah seperti itu," pungkasnya.
Melalui pendampingan berkelanjutan dan pembukaan akses pasar, diharapkan produk-produk unggulan dari anggota Persit KCK Koorcab Rem 162 dapat menjadi ikon ekonomi kreatif baru yang membanggakan bagi NTB.
Bunda Sinta menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana mengangkat produk-produk lokal agar lebih dikenal luas oleh masyarakat. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Kanwil Kemenkumham, Bank Indonesia (BI), dan Dinas Perindustrian serta Perdagangan (Disperindag).
"Produk ini tidak bisa jalan sendiri. Legalitas harus diangkat, sisi bantuan keuangan harus diperhatikan, dan pemasaran juga harus satu arah. Kami siap berkolaborasi," ujarnya.
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah masih rendahnya ketersediaan produk UMKM lokal di platform digital. Bunda Sinta mengajak para pelaku usaha untuk tidak ragu menggunakan media digital sebagai sarana promosi.
"Jangan segan dan jangan takut menggunakan media digital. Jangan khawatir produknya akan dicontoh orang lain, karena jika kita percaya diri dengan kualitas pekerjaan kita, pasti akan ada pasarnya," tegasnya.
Ia memberikan contoh nyata pada sektor fashion di NTB yang seringkali sudah dikenal hingga luar daerah melalui peragaan busana, namun produknya sulit ditemukan ketika dicari secara daring oleh calon pembeli.
Selain digitalisasi, Bunda Sinta mengingatkan bahwa menjaga kualitas adalah kunci keberlanjutan usaha. Menurutnya, memulai usaha memang sulit, namun mempertahankan standar kualitas jauh lebih menantang.
Untuk itu, Dekranasda NTB berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan secara berjenjang, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
"Kami di Dekranasda Provinsi tidak bisa bekerja sendiri. Kami bekerja sama dengan Dekranasda Kabupaten/Kota karena kami memiliki visi yang sama untuk mengangkat UMKM se-Provinsi NTB dari hulu ke hilir," pungkasnya.(lws)



0 Komentar