Breaking News

6/recent/ticker-posts

"Sukses Berkah Lalu Fahruddin" Masjid dan Transformasi Pondok Pesantren Bisnis di Lombok Utara | Suara Bumigora

Masjid Sukses Berkah Lalu Fahruddin, Panggung, Selengen, saat dilihat malam hari

Lombok Utara, suarabumigora.com - Gempa 7,0 Skala Richter pada 5 Agustus 2018 lalu membuat warga Dusun Panggung, Desa Selengen, Kecamatan Kayangan, kehilangan tempat peribadatannya. Masjid satu-satunya yang dimiliki warga tersebut rubuh dilalap getaran bumi ketika itu. Sejak saat itu, beberapa tokoh mulai menginisiasi pembangunan masjid kembali untuk memfasilitasi kewajiban beribadah masyarakat setempat. Namun naas, hal tersebut sempat tiga kali gagal karena terkendala berbagai hal. 


Malam ini, Kamis (18/11/2021) warga Dusun Panggung, Desa Selengen, meresmikan sekaligus mengadakan tasyakkur (ritual bersyukur: dalam islam) atas berdirinya masjid Sukses Berkah Lalu Fahruddin yang menjadi tempat peribadatan ummat muslim serta dijadikan sebagai pusat studi islam modern (pondok pesantren / islamic center) bagi warga setempat. Acara tasyakkur tersebut dihadiri Kepala Dinas Perindagkop UMKM KLU Abdul Hamid, para pendiri pondok pesantren, pihak keluarga pewakaf tanah dan masyarakat sekitar. 


"Alhamdulillah, setelah mengalami tiga kali kegagalan, masjid ini kini telah berdiri dan bisa digunakan warga. Masjid ini juga akan dijadikan sebagai pusat studi islam, ada pondok pesantren yang nantinya berbeda dengan ponpes-ponpes biasa," ujar salah satu Pendiri Ponpes tersebut Ahmad Tauhid. 


Tauhid menyatakan, saat ini mereka sudah memiliki sekitar 75 orang santri yang terdiri dari dua kelas, anak-anak dan remaja. Ke depan ponpes ini selain menjadi wahana belajar spiritual bagi santrinya juga akan dijadikan sebagai pusat studi bisnis atau wirausaha. Diharapkan santri-santri tidak hanya mendapatkan pengetahuan spiritual tetapi juga ilmu berniaga. 


Kegiatan tasyakkuran

"Alhamdulillah kita sudah buka sekitar bulan lalu, saat ini santri kita ada 75 orang. Mereka nantinya selain mendapatkan pendidikan spiritual seperti hafal Al-Quran, Hadist, dan ilmu agama lainnya, mereka akan dibekali ilmu bisnis," tambahnya. 


Tidak heran, melihat ilmu bisnis sebagai core pendukung pendidikan di pondok pesantren ini, pasalnya salah satu komunitas pengusaha muslim ternama di Indonesia Sukses Berkah Comunity (SBC) merupakan bagian penting dari pendirian masjid ini. Sehingga ilmu-ilmu bisnis dan niaga yang dimiliki anggota komunitas tersebut dapat ditransfer kepada santri ponpes. 


"Lalu Fahruddin (Alm) telah mewakafkan tanahnya sekitar satu hektar untuk masjid dan ponpes ini, sementara itu kami juga dibantu oleh SBC sehingga kami yakin ke depan jika ponpes kami memberikan pendidikan wira usaha, maka nantinya akan menjadi ponpes yang berbeda." pungkas Tauhid. 


Sementara itu, salah satu pendiri sekaligus pihak keluarga dari pewakaf tanah, Lalu Burhanuddin mengatakan, pihaknya berharap masjid dan pondok pesantren yang merupakan cita-cita bersama ini dapat menjadi manfaat dan barokah kebaikan jangka panjang, baik bagi pewakaf tanah, keluarganya, serta masyarakat pada umumnya. 


"Kami melihat progres yang dibangun pihak pengelola, hal ini membuat kami optimis nantinya masjid dan ponpes ini dapat menjadi barokah dan manfaat bagi semua pihak dalam waktu yang panjang," harap Burhanuddin. 


Hingga saat ini, mereka baru memiliki fasilitas masjid dan beberapa infrastruktur fisik lain sebagai pendukung operasional. Sehingga 75 orang santri yang mereka miliki masih menjadikan masjid sebagai ruang kelas. Pada kondisi ini mereka bisa menyelenggarakan pengajian umum dan kelas reguler bagi santri sekitar empat kali dalam seminggu, yang diisi oleh Pimpinan Ponpes Nurul Bayan TGH Abdul Karim. 


Dibalik berdirinya masjid dan ponpes ini, tidak melulu tersaji cerita mulus. Beberapa kendala mereka hadapi dalam proses tersbut, bahkan sempat beberapa masyarakat menstigma mereka sebagai pembawa ajaran baru, namun perlahan tapi pasti, masyarakat sudah menerima dan memahami bahwa stigma-stigma tersebut tidak benar. 


Tiga serangkai pendiri ponpes, Lalu Burhanuddin (kiri), Ahmad Tauhid (tengah), Abdurrahman (kanan)

"Kami dulu sempat dikira membawa ajaran baru, kami merupakan utusan dari TGH Safwan untuk berdakwah di wilayah Kayangan dan Bayan, dan pada akhirnya stigma-stigma itu termentahkan," ujarnya. 


Di lokasi yang sama, mewakili Bupati Lombok Utara, Kepala Disperindagkop UMKM Abdul Hamid menjelaskan, keberadaannya di tengah-tengah masyarakat Dusun Panggung saat itu, merupakan perintah langsung dari Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu. Hal tersebut, menurut Hamid, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat. 


"Salam pak Bupati, beliau tidak bisa hadir, saya di sini atas perintah langsung dari beliau, itu tandanya pemerintah begitu memperhatikan masyarakatnya," papar Hamid, sembari memberikan sambutan mengenai kondisi ekonomi dan pembangunan KLU saat ini. 


Ia menyampaikan, beberapa kali musibah melanda KLU seperti Gempa 2018 dan kemudian Covid-19 tak lantas membuat masyarakat menjadi lemah. Justru, menurutnya, momentum seperti ini merupakan saat yang tepat untuk semua masyarakat bersatu dengan berbagai pihak termasuk Pemda, untuk bangkit bersama membangun Lombok Utara. 


"Ini momentum yang tepat, dua bencana ini merusak kondisi ekonomi kita, maka dari itu kita semua harus bersatu bangkit untuk membangun Lombok Utara," tutup Hamid. (sat)

Posting Komentar

0 Komentar