Breaking News

6/recent/ticker-posts

Vaksinasi Lancar, Stok Vaksin di KLU Habis | Suara Bumigora

Kepala Dikes KLU dr. Lalu Bahruddin

Lombok Utara, suarabumigora.com - Setelah dilakukan beberapa kali kegiatan vaksinasi di Lombok Utara mulai dari yang dilakukan secara reguler di RSUD KL, di puskesmas-puskesmas maupun di tempat lain seperti di halaman kantor Samsat KLU dengan sistem drive thru dan vaksinasi bagi pelaku wisata di hotel Medana Bay Marina, kini stok vaksin di Lombok Utara Habis. Hal tersebut dinyatakan Kepala Dinas Kesehatan KLU dr. Lalu Bahruddin pada jumpa pers terkait perkembangan vaksinasi dan penerapan prokes Covid-19 yang diselenggarakan Bagian Humaspro Setda KLU pada Jumat (30/4/2021). 


Mantan Direktur RSUD KLU (dr. Lalu Bahruddin) tersebut menyatakan persediaan vaksin di Lombok Utara saat ini (30/4/2021) tengah kosong. Pasalnya, pemberian vaksin telah mencapai angka 8.427 untuk dosis pertama dan 3.905 untuk dosis ke-dua. Penerima vaksin didominasi Tenaga Kesehatan, Pelayanan Publik, Lansia dan Guru. 


"Saat ini memang kita kehabisan vaksin, di tim vaksinasi saat ini 0 (nol) vial. Untuk tahap satu dan tahap dua kita masing-masing sudah mencapai angka 8.427 dan 3.905," papar Bahruddin. 


Dengan kekosongan stok vaksin di KLU, menurut Bahruddin pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi guna penambahan stok vaksin. Pasalnya pada Tanggal 4 hingga 6 Mei ini akan diselenggarakan lagi vaksinasi tahap dua di hotel Medana Bay Marina. 


"Untuk kegiatan besok kita sudah berkoordinasi dengan Dikes Provinsi, jadi tidak perlu khawatir," tambahnya. 


Para Narasumber pada jumpa pers

Sementara itu, mewakili Direktur RSUD KLU dr. Syamsul Hidayat, dr. Faridatun Hasanah yang juga merupakan Anggota Tim Vaksinator menjelaskan, kendala yang dihadapi timnya. Menurutnya ada dua kendala yang signifikan dialaminya, pertama; kondisi pengetahuan masyarakat yang belum memahami vaksinasi, sehingga banyak yang tidak mau divaksin. Kedua; timnya mengaku kesulitan mengumpulkan sasaran lansia yang pada dasarnya telah dijadikan sasaran prioritas. 


"Sampai saat ini kendala yang kami alami itu pada awalnya tidak semua masyarakat mau divaksin, lalu kami kesulitan mengumpulkan lansia yang sebenarnya telah menjadi sasaran prioritas," jelas Farida. 


Dari keseluruhan proses vaksinasi, Farida menyebutkan, sebagian besar penerima vaksin tidak merasakan efek samping, hanya terasa nyeri akinat suntukan jarum di lengan, mengantuk dan lapar, lalu sebagian kecilnya mengalami demam. 


"Dari keseluruhan yang dialami hanya sakit pada bagian lengan akibat disuntik, lalu lapar dan ngantuk. Sejauh ini hanya satu orang yang demam karena divaksin, dan itu pun demam ringan," tegasnya. 


Sementara, dalam jumpa pers tersebut dikemukakan perkembangan terkini kasus Covid-19 di KLU hingga Tanggal 30 April 2021. 250 orang terkonfirmasi positif, 216 orang dinyatakan sembuh, 15 orang meninggal dunia, 19 orang tengah menjalani isolasi mandiri atau dalam perawatan medis. Keseluruhan pasien yang masih dirawat tersebut diketahui dalam kondisi membaik. (sat) 

Posting Komentar

0 Komentar