Breaking News

6/recent/ticker-posts

Pembukaan Desa Wisata Genggelang Diramaikan Festival Sangah Kopi | Suara Bumigora

Pemotongan tumpeng, tanda diresmikannya Desa Wisata Genggelang

Lombok Utara, suarabumigora.com - Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar meresmikan pembukaan Desa Wisata Genggelang dan Festival Sangah (Sangrai) Kopi di lokasi Air Terjun Tiu Pituq Dusun Panjor Desa Genggelang (26/12/2020). Acara tersrbut, dihadiri pula anggota DPRD KLU Hakamah, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah KLU Lalu Suratman, unsur UNDP, Perwakilan Paluma Umi Azizah, Ketua Pokdarwis Desa Genggelang Fahrurizal serta tamu undangan lainnya.


Najmul Akhyar, membuka Desa Wisata Genggelang untuk membangun semangat recovery setelah bencana menimpa.


"Saya menyaksikan semangat yang luar biasa dari Pokdarwis kita, juga aparatur desa, dusun dan harapan saya kedepan semua lokasi wisata yang ada di Desa Genggelang ini bisa dikunjungi kembali oleh wisatawan kita," imbuhnya.


Lebih lanjut, Najmul mengatakan mendengar laporan dari pemerintah desa bahwa sampai 60.000 orang berkunjung dan wisatawan asing mencapai ribuan orang yang sudah datang. Artinya potensi wisata di tempat ini (Genggelang) diminati. Ada wisata Tiu Pitu, ada wisata Kampung Cokelat, Rumah Pohon, Kerta Gangga dan sebagainya.


"Saya optimis pada masa mendatang, Genggelang menjadi desa wisata terkemuka, tidak hanya di Lombok Utara tapi juga di level nasional. Kita tahu bahwa ada dua desa wisata nasional di KLU yaitu Kerujuk dan Gumantar yang masuk nominator nasional tahun ini," tuturnya.


Dikatakan Najmul, ia yakin bahwa Genggelang bisa menjadi salah satu desa wisata andalan nasional. Apalagi unsur UNDP dan Paluma beserta masyarakat begitu antusias. Ia berpesan kepada Pokdarwis untuk memajukan potensi wisata sehingga menjadi salah satu wisata andalan di Lombok Utara.


Dalam pada itu, Kepala Desa Genggelang Almaududi mengatakan, launching desa wisata hari ini merupakan niatan dari beberapa tahun silam. Cukup lama direncanakan dengan Paluma dan UNDP. Bagaimana menggerakkan ekonomi yang ada di desa. Dikatakannya, Desa Genggelang memiliki potensi wisata, potensi yang diinisiasi supaya bisa berkolaborasi dan memulai kegiatan-kegiatan menjalankan fungsi destinasi wisata yang ada di Desa Genggelang.


"Selain potensi perkebunan, kita juga mempunyai potensi pertanian yang harus digerakkan kembali. Karena potensi ini subur untuk dikembangkan serta geliat-geliat pariwisata sehingga upaya pariwisata di tingkat desa kita gerakkan bersama -sama," urainya.


Almaududi berterimakasih kepada berbagai pihak UNDP, Paluma dan Pemda KLU yang perhatian serius dalam membantu perkembangan pariwisata di Desa Genggelang. Manfaat pariwisata dirasakan pengembangannya.


"Mudah-mudahan kebangkitan pariwisata membangkitkan semangat Pokdarwis yang ada, dari tujuh Pokdarwis baru empat yang mulai berbenah, saya berharap tiga Pokdarwis lainnya mulai mengikuti," tutupnya.


Sementara itu, Koordinator Program PETRA UNDP Zaenudin dalam sambutannya menyampaikan kegiatan pihaknya di KLU ada beberapa pembangunan infrastruktur. Ada pembangunan SMK Negeri Genggelang, dimulai pertengahan November, SMK 1 Tanjung, SMK Kayangan, dan SMK Pemenang serta 8 Pustu yang dibangun. Satu diantaranya, ada di Desa Genggelang yaitu Pustu Gangga.


Dijelaskannya pula, selain infrastruktur UNDP bekerja sama dengan Paluma memberikan dukungan untuk pembangunan infrastruktur masyarakat seperti Pasar Genggelang sudah rampung 100 persen. Dalam waktu dekat, rencananya serah terima,  kemudian jaringan air bersih di Desa Sambik Elen dalam waktu dekat rencananya juga diserahterimakan, agar bisa cepat bermanfaat.


"Selain kegiatan fisik UNDP melalui mitra di Paluma Nusantara juga memberikan dukungan untuk pemulihan kehidupan pasca-recovery seperti kegiatan ecogreen. Kegiatan lain pendampingan Pokdarwis memperkuat kelembagaan Pokdarwis di Desa Genggelang," jelasnya.


Sejauh ini, lanjutnya, kendati kegiatan UNDP sifatnya stimulus hanya setahun, tetapi telah mulai terlihat hasilnya. Dengan ownership kemitraan antara Pemdes dan Pemda, kegiatan di dua desa yakni Sambik Elen dan Genggelang, dari sisi target yang dipilih bisa menyasar fasilitas yang dibutuhkan masyarakat," pungkasnya.


Rangkaian acara berjalan khidmat, dengan pemotongan tumpeng oleh bupati tanda dibukanya Desa Wisata Genggelang, dilanjutkan dengan kunjungan ke stand UMKM dan spot-spot selfi yang disediakan dengan lomba-lomba yang diadakan panitia penyelenggara. (sat) 

Posting Komentar

0 Komentar