Breaking News

6/recent/ticker-posts

Eksotisme 3 Gili Barat Daya Sekotong | Suara Bumigora

Gili Kedis, Sekotong, Lombok Barat
Lombok Barat, suarabumigora.com - Berbicara seputar keindahan pantai, Lombok memang tak ada habisnya. Seluruh kabupaten di pulau Lombok, memiliki wisata pantai dengan khasnya masing-masing, namun kali ini (6/7/2019) Tim suarabumigora.com mengeksplorasi deretan gili (pulau kecil) di wilayah barat daya Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. 

Perjalanan dimulai dari pusat Kota Mataram, menuju pelabuhan di Desa Gunung Ketapang, Sekotong, Lombok Barat. Jarak tempuh menggunakan kendaraan roda empat dilalui sekitar satu jam. 

Abdul Kadir, Pemilik perahu transportasi 
Di sana, Tim suarabumigora.com sudah ditunggu oleh Abdul Kadir, seorang penyedia jasa perahu, berlabel Dul Transport, Abdul mulai menjalankan usahanya sekitar lima tahun yang lalu. Pemuda berusia 28 tahun tersebut menjalankan bisnisnya dengan rekannya Jumali (23). Dengan kisaran tarif perahu mulai Rp 350 ribu, hingga Rp 450 ribu, Abdul siap mengantar perjalanan tim mengelilingi tiga Gili di seputaran Sekotong tersebut, yaitu Gili Nanggu, Gili Sudak dan Gili Kedis.

Suasana pantai Gili Nanggu
Jarak tempuh dari pelabuhan Dusun Medang menuju Gili Nanggu dapat ditempuh dalam waktu 10 hingga 15 menit. Gili Nanggu merupakan destinasi pertama kami, Gili Nanggu dikhususkan untuk wisatawan yang ingin berenang dan senorkeling di pantai, terumbu karang yang terawat, dan ikan yang melimpah memanjakan pemandangan kehidupan bawah laut Nanggu. 

Pantai berpasir putih nan lembut, dan pemandangan laut yang indah membuat Nanggu menjadi spot Sunset dan wisata air yang menarik. Terlihat berbagai jenis ikan terumbu karang meramaikan lingkungan biota laut. 

Seorang pengunjung berpose di tulisan "Selamat datang di Gili Sudak" 
Destinasi selanjutnya adalah Gili Sudak, Tak berbeda jauh dengan Gili Nanggu, Sudak juga memiliki hamparan pantai berpasir putih yang eksotis, di beberapa bagian  pinggiran pantai dibatasi denga tanggul, sehingga pantai di Gili Sudak lebih mirip kolam renang alami. Gili Sudak dikhususkan sebagai pusat kuliner dan penginapan, bagi wisatawan yang ingin bermalam dan mejajal kuliner tradisional Lombok, Gili Sudak adalah tempat yang tepat. 

Daniel dan Nadie, saat diwawancara tim suarabumigora.com 
Pengunjung dapat merasakan sensasi makan di bibir pantai yang tenang. Dengan hidangan tradisional dan suasana yang tenang, pengunjung dipastikan mendapatkan sensasi meja makan yang berbeda. Kemudian pengunjung dapat menikmati penginapan eksotis dengan tarif mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 700 ribu. 

Hamparan pantai Gili Kedis
Terakhir, Tim liputan mengunjungi Gili Kedis, gili kecil dengan diameter sekitar 20 meter ini merupakan spot bersantai yang unik. Dua orang wisatawan asing asal Negeri Matador (Spanyol), Daniel (43) dan Nadie (42) juga mengatakan demikian "Ini tempat terbaik yang pernah kami kunjungi" ungkap pasangan bule yang sedang berlibur ini. 

Nadie menyatakan, bahkan mereka akan berlibur di tempat itu selama seminggu penuh, dan berencana untuk kembali berkunjung tahun depan. (dyd/sat) 

Posting Komentar

0 Komentar