Breaking News

6/recent/ticker-posts

Menelusuri Arabika di Pedalaman Utara | Suara Bumigora

Potret buah kopi di perkebunan milik Raden Sahdi, Desa Persiapan Selelos Kecamatan Gangga KLU
Lombok Utara, Suara Bumigora - Kopi, telah menjadi identitas minuman khas di berbagai belahan dunia. Cita rasa minuman bercafein ini memang beragam tak heran hampir semua orang menyukai sensasinya. 

Khususnya kopi jenis Arabika merupakan jenis kopi yang terbilang cukup langka di Lombok, pasalnya kopi jenis ini tak bisa tumbuh di sembarang tempat, memiliki bentuk biji yang lebih besar dari kopi robusta, rasanya lebih bervariasi, tidak terlalu pahit cenderung menciptakan sensasi srdikit asam. Hal tersebutlah yang membuat harganya kian mahal. 

Kali ini tim suarabumigora.com mencoba belusukan ke daerah pedalaman Lombok Utara (25/5/2019) untuk mencari kopi arabika yang membuat penasaran itu. Tim menyusuri perjalanan selama 2,5 jam dari Kota Mataram, tepatnya di Desa Persiapan Selelos, desa yang memutuskan mekar dari Desa induknya, yaitu Desa Bentek Kecamatan Gangga ini, memang terkenal sebagai lumbung kopi, cengkih, kakau dan vanili. 

Bertemu dengan beberapa orang petani lokal di sana terasa membuat pemahaman kami tentang kopi menjadi semakin luas. Raden Sahdi, salah seorang petani lokal ini menuturkan bagaimana proses penanaman dan perawatan kopi di kebun kopinya. "Kita berusaha menjaga kualitas, dengan merawat pohon kopi secara teratur, kemudian memetik biji kopi pilihan, yang sudah matang pohon" jelas Raden. 

Menurutnya, saat ini belum masuk masa panen, meski sudah berbuah kopi terlihat masih hijau, belum bisa dipetik, "mungkin dua bulan lagi baru bisa panen" tambahnya. 

Untuk harga kopi, petani kopi merasa harga saat ini dalam kondisi stabil, sehingga petani masih giat dalam menanam kopi, dari beberapa jenis biji kopi yang ditanam, rata-rata memiliki harga normal.  

"Kopi, lokal maupun kopi sambung relatif normal harganya, jadi kami masih semangat, selama ini pernah sekitar dua tahun lalu harganya anjlok, itu kenapa banyak petani di sini yang mengganti tanaman kopi dengan cengkih" imbuh Raden. 

Seperti yang diketahui ada beberapa jenis Label kopi yang beredar di Lombok, masing-masing memiliki cita rasa tersendiri, seperti produk Kupi Datu, di Mambalan, Kopi Santong di Kayangan, Kopi Sapit di Suela, dan Kopi Sesaot di Narmada. Dan beberapa produsen tersebut juga membeli biji dari Selelos. (sat) 

Posting Komentar

1 Komentar