Breaking News

6/recent/ticker-posts

Perkuat Konsolidasi di NTB, Partai Masyumi Siapkan Kader yang Tak Hanya Berpolitik, tetapi Juga Mandiri Secara Ekonomi | Suara Bumigora


Lombok Timur, suarabumigora.com – Suasana Sekretariat Partai Masyumi di Selong, Kabupaten Lombok Timur, Senin (20/7/2026), tampak lebih hidup dari biasanya. Sejak pagi, puluhan kader dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat berkumpul mengikuti Kaderisasi Tingkat I yang dirangkaikan dengan pelantikan serentak jajaran pengurus Partai Masyumi.


Bagi Partai Masyumi, kegiatan ini bukan sekadar agenda organisasi. Lebih dari itu, kaderisasi dipandang sebagai proses membangun karakter, memperkuat ideologi, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan politik dan sosial di tengah masyarakat.

Hadir langsung membuka kegiatan, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPP Partai Masyumi, Adnin Armas, menegaskan bahwa pengaderan merupakan jantung organisasi yang tidak boleh berhenti.

"Sebagai partai Islam, Masyumi menjadikan pengaderan pengurus dan anggota sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penguatan partai. Kaderisasi harus dilakukan secara berjenjang, berkesinambungan, dan masif," tegas Adnin.

Menurutnya, membangun partai yang kuat tidak cukup hanya mengandalkan struktur organisasi. Yang jauh lebih penting adalah melahirkan kader yang memiliki pemahaman keislaman, kebangsaan, kemampuan organisasi, serta integritas dalam mengabdi kepada masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui sistem kaderisasi berjenjang yang diperkuat dengan Sekolah Politik Masyumi selama tujuh bulan. Program itu dirancang untuk membentuk kader yang tidak hanya memahami dinamika politik, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan yang matang.

Dalam pelatihan kali ini, para peserta dibekali empat materi utama, yakni Keislaman, Ke-Indonesiaan, Kemasyumian, dan Keorganisasian. Peserta berasal dari jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Masyumi NTB, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Masyumi Lombok Timur, serta Badan Otonom (Banom) Muslimat Masyumi.

(Suasana pelantikan Pengurus Muslimat Masyumi NTB sekaligus penyerahan SK dari pengurus Muslimat Masyumi Pusat)

Secara khusus, sebelum bertolak menuju Kabupaten Lombok Timur untuk mengikuti rangkaian Kaderisasi Tingkat I Partai Masyumi, jajaran calon pengurus Muslimah Masyumi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengikuti briefing dan pembekalan di Mataram, Senin pagi.

Sejak pukul 07.00 WITA, para calon pengurus telah berkumpul untuk menerima arahan dari Majelis Pertimbangan/Majelis Hikmah Muslimah Masyumi, Hj. Warni Djuwita, sebelum rombongan berangkat pada pukul 07.30 WITA.

Dalam pembekalannya, Hj. Warni menegaskan pentingnya penyamaan visi dan misi, pemahaman terhadap arah perjuangan Partai Masyumi, serta membangun kebersamaan sebagai fondasi utama dalam menjalankan amanah organisasi.

"Kita hadir di Partai Masyumi bukan sekadar menjadi pengurus, tetapi membawa amanah perjuangan. Karena itu, seluruh calon pengurus Muslimah Masyumi harus memiliki visi yang sama, memahami arah perjuangan partai, serta menjaga semangat kebersamaan dalam setiap langkah pengabdian," tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan di dalam partai membutuhkan ghirah (semangat perjuangan) yang tinggi, disertai komitmen dan keistiqamahan dalam menjalankan nilai-nilai perjuangan Islam.

"Saya berharap seluruh calon pengurus Muslimah Masyumi memasuki gerbang perjuangan Partai Masyumi di atas fondasi yang kokoh, dengan komitmen yang kuat dan istiqamah yang senantiasa terjaga. Semua itu harus dilandasi oleh asas serta tujuan perjuangan Partai Masyumi, sehingga setiap langkah yang kita lakukan bernilai ibadah dan memberikan manfaat bagi umat," ujarnya.

Menurutnya, kekuatan Muslimah Masyumi tidak hanya diukur dari jumlah pengurus, tetapi juga dari kualitas kader yang memiliki integritas, loyalitas, serta kesiapan untuk berkontribusi dalam membesarkan partai dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Briefing tersebut menjadi bekal awal bagi para calon pengurus Muslimah Masyumi NTB sebelum mengikuti kegiatan kaderisasi di Lombok Timur, sekaligus memperkuat soliditas organisasi dalam mengemban visi perjuangan Partai Masyumi di Nusa Tenggara Barat.


Usai mengikuti rangkaian kaderisasi, para peserta menyaksikan pelantikan pengurus DPW Partai Masyumi NTB, DPD Partai Masyumi Lombok Timur, serta Muslimat Masyumi. Dalam kesempatan tersebut, H. Abubakar resmi dilantik sebagai Ketua DPW Partai Masyumi Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Dalam pidato perdananya sebagai Ketua DPW, H. Abubakar mengajak seluruh kader untuk memaknai perjuangan politik tidak hanya sebatas memenangkan kontestasi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kader Partai Masyumi harus mampu menjadi penggerak ekonomi di lingkungan masing-masing.

"Saya ingin kader-kader Partai Masyumi tidak hanya kuat dalam organisasi, tetapi juga kreatif dan mandiri secara ekonomi. Mari kita jalankan berbagai program yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya anggota Partai Masyumi, agar mereka sejahtera, mandiri, mampu memberi dan berbagi kepada sesama, serta tetap bermartabat," ujar H. Abubakar.

Ia mencontohkan berbagai sektor produktif yang dapat dikembangkan oleh kader, mulai dari pertanian jagung, budidaya porang, usaha kuliner, hingga potensi ekonomi lokal lainnya yang sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah di Nusa Tenggara Barat.

"Kalau kader kita memiliki usaha, mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, maka keberadaan partai akan benar-benar dirasakan manfaatnya. Politik harus menghadirkan solusi, bukan sekadar slogan," tambahnya.

Semangat membangun organisasi juga ditegaskan Sekretaris DPW Partai Masyumi NTB yang sekaligus Ketua Panitia, Basuki Raharjo. Ia menyebut kegiatan di Selong menjadi titik awal konsolidasi yang akan diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat.

"Program Kaderisasi Tingkat I ini akan terus kami lanjutkan ke seluruh kabupaten dan kota di NTB. Ini merupakan bentuk pelaksanaan amanah AD/ART Partai Masyumi sekaligus upaya memperkuat kapasitas pengurus dan anggota," ujar Basuki.

Dari forum tersebut lahir sejumlah Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL), mulai dari penguatan materi kaderisasi melalui grup komunikasi digital, percepatan perekrutan anggota baru, pembentukan struktur kepengurusan hingga tingkat DPC dan desa, sampai persiapan kelengkapan administrasi menghadapi pemutakhiran Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Bagi Partai Masyumi, kaderisasi bukan sekadar rutinitas organisasi. Ia menjadi ikhtiar membangun fondasi partai melalui kader-kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kemandirian ekonomi. Dari Selong, langkah konsolidasi itu dimulai dengan harapan melahirkan organisasi yang semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat. (lws)

Posting Komentar

0 Komentar