Mataram, suarabumigora.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok strategis melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM). Kali ini, kegiatan tersebut digelar di halaman Kantor Desa Taman Sari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (14/10/2026), dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan melalui kerja sama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Berbagai komoditas pangan tersedia, mulai dari beras medium, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), beras premium, minyak goreng Minyakita, gula pasir, telur ayam, bawang merah, bawang putih, hingga cabai.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah B., S.P., M.M., mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu mengendalikan inflasi daerah.
Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
“Tujuannya agar masyarakat dapat menikmati pangan dengan harga yang lebih murah, tetapi tetap mendapatkan mutu yang baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah komoditas kebutuhan pokok yang disediakan dalam kegiatan tersebut menjadi incaran masyarakat. Selain berbagai jenis beras, tersedia pula minyak goreng Minyakita, telur ayam, gula pasir, bawang merah, bawang putih, serta komoditas pangan lainnya.
“Di sini ada beras medium, SPHP, dan premium yang banyak diminati. Kemudian ada Minyakita yang dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Jika HET-nya Rp15.500, di sini dijual lebih murah. Ada juga bawang, telur, gula, dan kebutuhan pokok lainnya,” jelasnya.
Mirza menyebutkan, pelaksanaan GPM di Desa Taman Sari merupakan kegiatan ke-18 yang diselenggarakan oleh jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB. Masih terdapat delapan kali kegiatan serupa yang direncanakan berlangsung hingga akhir tahun.
Selain itu, Pemprov NTB juga tengah mempersiapkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara serentak pada 21 Oktober 2026 dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS).
“Untuk kegiatan yang dilaksanakan dinas provinsi, ini merupakan yang ke-18 dan masih ada delapan kali lagi. Pada 21 Oktober mendatang, kami juga merencanakan GPM serentak secara nasional dalam rangka Hari Pangan Sedunia. Lokasi pelaksanaan oleh provinsi masih akan dibahas melalui rapat dengan melibatkan lebih banyak penyedia,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan Badan Pangan Nasional, Ayu Saza Nurwendah, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut pelaksanaan GPM di Desa Taman Sari.
Ia mengatakan, tingginya minat warga terlihat sejak komoditas pangan mulai didatangkan ke lokasi kegiatan. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan akses terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
“Banyak komoditas yang dijual, seperti beras dan telur, dengan harga di bawah HET. Masyarakat sangat antusias. Bahkan, ketika barang baru datang, masyarakat sudah langsung membelinya. Ini menandakan masyarakat memang sangat membutuhkan program ini,” ujarnya.
Ayu menegaskan, program Gerakan Pangan Murah akan terus dilaksanakan hingga akhir tahun sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
Di sisi lain, Kepala Desa Taman Sari, Zaini, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov NTB dan Bapanas atas pelaksanaan GPM yang untuk pertama kalinya digelar di desanya.
Ia menilai, kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat, terlebih antusiasme warga terlihat sejak pasar murah dibuka. Namun, luasnya wilayah Desa Taman Sari yang mencakup 14 dusun menjadi tantangan tersendiri bagi warga yang tinggal jauh dari kantor desa.
“Kami dari pemerintah desa sangat bersyukur dan menyambut baik kegiatan ini. Antusiasme masyarakat luar biasa. Sejak dibuka hingga sekarang, warga masih membludak. Namun, karena desa kami memiliki 14 dusun dengan wilayah yang luas, baik di bagian utara maupun selatan, tidak semua warga bisa menjangkau lokasi di kantor desa,” katanya.
Karena itu, ia berharap pelaksanaan GPM berikutnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat melalui penambahan titik lokasi di wilayah utara dan selatan Desa Taman Sari.
Selain perluasan lokasi, Zaini juga menyampaikan aspirasi masyarakat agar selisih harga dalam program pangan murah dapat ditingkatkan sehingga manfaatnya lebih dirasakan oleh warga.
“Memang ada selisih harga dengan harga di pasaran, tetapi masyarakat berharap kalau bisa selisihnya bukan hanya Rp2.000, melainkan sampai Rp5.000. Ini aspirasi masyarakat yang kami sampaikan kepada pemerintah provinsi agar program ini semakin membantu perekonomian warga,” pungkasnya.
Melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di NTB.(lws)



0 Komentar