Breaking News

6/recent/ticker-posts

Pemprov NTB Luncurkan TRC Infrastruktur, Pengaduan Jalan Rusak Kini Ditindak Cepat | Suara Bumigora


Mataram, Suarabumigora.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi meluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Infrastruktur di Balai Pemeliharaan Jalan Pulau Lombok, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) NTB, Selasa (21/7/2026).


Peluncuran yang dipimpin langsung Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, ini menjadi langkah baru pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan kerusakan jalan melalui sistem pemeliharaan yang lebih responsif.

"Platform TRC ini untuk memastikan fasilitas jalan bagi masyarakat tetap layak," ujar Gubernur Iqbal.

Menurutnya, selama ini pengelolaan infrastruktur lebih banyak berfokus pada pembangunan maupun peningkatan jalan yang membutuhkan anggaran besar, sementara aspek pemeliharaan belum memiliki standar pelayanan yang jelas.

Melalui TRC Infrastruktur, Pemprov NTB mulai mengubah pola penanganan jalan dengan menitikberatkan pada pemeliharaan rutin terhadap sekitar 1.500 kilometer jalan provinsi yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Gubernur menjelaskan, keterbatasan anggaran pemeliharaan akan diatasi secara bertahap dalam tiga tahun ke depan melalui integrasi pembiayaan, termasuk dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

"Saat ini kita memiliki 15 alat berat senilai Rp30 miliar yang berasal dari hibah berbagai kementerian, ditambah anggaran pemeliharaan sebesar Rp3 miliar," katanya.

Iqbal juga meminta TRC segera bekerja di sejumlah titik prioritas. Masyarakat yang menemukan kerusakan jalan dapat menyampaikan laporan melalui aplikasi Siaga, media sosial Gubernur NTB, maupun layanan SP4N-LAPOR!.

Setiap laporan yang masuk, kata dia, akan direspons maksimal dalam waktu 24 jam untuk dilakukan verifikasi lapangan sebelum penanganan dilaksanakan.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPKP NTB, Lalu Kusuma Wijaya, menjelaskan bahwa ruang lingkup pekerjaan TRC tidak hanya memperbaiki jalan berlubang, tetapi juga menangani drainase, cekungan jalan, kerusakan akibat kendaraan bertonase berlebih, hingga pembersihan bahu jalan.

"Selama ini pemeliharaan masih bersifat sporadis. Saat ini sudah ada 20 titik di Lombok dan Sumbawa yang telah diverifikasi, dan beberapa di antaranya sudah dalam tahap pengerjaan," jelasnya.

Beberapa lokasi yang menjadi prioritas penanganan meliputi ruas jalan di depan RSUD Sumbawa, kawasan Lancing dan Sekotong di Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa Barat, Moyo Hilir, Tambora, Wera, serta ruas Kediri–Kuripan.

Sebagai tahap awal, Pemprov NTB membentuk lima Tim Reaksi Cepat yang ditempatkan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Masing-masing tim beranggotakan 15 personel dari Balai Pemeliharaan Jalan dengan dukungan peralatan dan standar pelayanan yang ditingkatkan untuk mempercepat penanganan infrastruktur jalan di seluruh wilayah NTB.(lws)

Posting Komentar

0 Komentar