Mataram, suarabumigora.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas, di tengah derasnya tantangan era digital.
Hal tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Pelantikan Pimpinan Cabang Muslimat NU se-Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dirangkaikan dengan peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU dan Halal Bihalal di Hotel Lombok Raya, Mataram, Minggu (5/4/2026).
Menurutnya, tantangan zaman kini tidak lagi berada di ruang publik semata, melainkan telah masuk langsung ke dalam ruang privat keluarga melalui perangkat digital.
“Keluarga adalah benteng pertama. Jika benteng ini rapuh, maka pertahanan bangsa juga akan goyah. Peran ibu menjadi sangat vital dalam menjaga nilai dan karakter keluarga,” ujarnya.
Khofifah menekankan bahwa tema Harlah ke-80 Muslimat NU, “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban,” merupakan peta jalan organisasi dalam menjawab tantangan global.
Ia mendorong kader Muslimat NU untuk memperkuat tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah sekaligus membangun kemandirian, baik dalam berpikir, bertindak, maupun secara ekonomi.
“Muslimat NU harus menjadi penyejuk di tengah masyarakat. Kemandirian ekonomi dan penguatan tradisi menjadi benteng menghadapi gempuran budaya luar,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam kesempatan yang sama menyoroti peran strategis perempuan sebagai pilar ketahanan keluarga dan peradaban.
Ia menilai perempuan memiliki kekuatan psikologis yang menjadi sumber keteduhan dalam rumah tangga.
“Perempuan adalah sumber ketenangan bagi keluarga. Jika keluarga kuat, maka persoalan sosial di masyarakat juga dapat ditekan,” katanya.
Iqbal juga mengingatkan potensi degradasi nilai keluarga yang dapat memicu berbagai persoalan sosial, seperti pernikahan usia dini dan penyalahgunaan narkoba di NTB.
Ia mengajak Muslimat NU untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keluarga sekaligus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam pembangunan sosial.
Acara pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri ratusan kader Muslimat NU se-NTB, yang menyatakan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam memperkuat ketahanan keluarga dan pemberdayaan masyarakat.(lws)



0 Komentar