Lombok Barat, suarabumigora.com – Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan abad ke-21, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lombok Barat menggelar kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang menghadirkan Ketua Prodi Magister Pendidikan Dasar FKIP Unram sekaligus praktisi pendidikan, Dr. Asrin, M.Pd. sebagai narasumber utama.
Kegiatan yang bertajuk “Merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Asesmen Pembelajaran Mendalam yang Bermakna dan Menyenangkan” ini menjadi wadah bagi para guru untuk menggali pendekatan inovatif dalam proses pembelajaran, khususnya melalui konsep deep learning.
Dalam paparannya, Dr. Asrin menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) sangat relevan untuk membentuk kompetensi guru dan siswa agar lebih adaptif, kreatif, dan kolaboratif di era global. Ia menyebutkan bahwa model ini sejalan dengan penguatan kompetensi abad ke-21, yang dirangkum dalam konsep 6C: Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication, Citizenship, dan Character Education.
“Guru tidak lagi sekadar mentransfer pengetahuan, melainkan berperan sebagai fasilitator yang menciptakan proses belajar yang aktif, bermakna, dan menyenangkan. Dengan pendekatan deep learning, siswa diajak memahami materi secara mendalam dan kontekstual dengan kehidupan nyata,” ujar Dr. Asrin.
Ia juga menekankan pentingnya perencanaan pembelajaran yang matang, termasuk integrasi asesmen formatif untuk menggali potensi dan gaya belajar siswa. Menurutnya, asesmen yang tepat tidak hanya mengukur capaian akademik, tetapi juga mendorong refleksi dan pertumbuhan belajar peserta didik.
Lebih jauh, Dr. Asrin memaparkan bahwa daya tarik utama dari pembelajaran berbasis deep learning terletak pada lingkungan belajar yang dirancang secara kolaboratif, peran guru yang fleksibel, serta pendekatan yang membuat siswa merasa nyaman, terlibat, dan senang dalam proses belajar.
Kegiatan PKB ini diikuti oleh guru MAN 1 Lombok Barat sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan dan profesionalisme pendidik. Melalui pelatihan ini, diharapkan guru mampu merancang pembelajaran yang tidak hanya memenuhi standar kurikulum, tetapi juga menjawab kebutuhan peserta didik di era digital dan berorientasi masa depan.(lws)
0 Komentar