Breaking News

6/recent/ticker-posts

PDAM KLU Tuntaskan Tajuk Air Ketiga, 4.000 Pohon untuk 2023 | Suara Bumigora

Dirut PDAM KLU Firmansyah


Lombok Utara, suarabumigora.com - Konservasi mesti dilakukan berkelanjutan, sistematis dan terukur. Hal tersebutlah yang dilakukan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Amerta Dayan Gunung (PDAM) Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kali ini kembali dalam kemasan Tajuk Air dengan tema "Segara Hijau" bertempat di kantor desa Selelos, kecamatan Gangga, Rabu (6/12/2023). 


Kegiatan peresmian ini merupakan seremonial penutupan dari kegiatan konservasi mata air yang dilakukan pihak PDAM KLU selama setahun ini. Tajuk air pertama kali dimulai pada 2017 lalu, dan pada 2023 ini merupakan Tajuk Air ke-tiga yang diselenggarakannya. 


"Wujud tanggung jawab PDAM selaku perusahaan daerah yang membidangi air minum adalah mempertahankan dan melestarikan kuantitas air melalui pola-pola konservatif, salah satunya dengan penanaman pohon di wilayah mata air seperti ini," ujar Direktur Utama PDAM KLU Firmansyah saat diwawancara media. 


Ia menyatakan, program Tajuk Air sebelumnya telah dilaksanakan di kecamatan Bayan tepatnya di dusun Teres Genit. Saat ini di kecamatan Gangga, dan sisanya nanti tahun depan akan digilir setiap kecamatan yang memiliki sumber air. 


Bukan hanya menanam, PDM KLU rutin melakukan pemeliharaan terhadap pohon yang telah ditanam. Bahkan mengganti bibit yang rusak. Dalam sambutannya, Firmansyah menjelaskan dari total lebih dari 4.000 pohon yang ditanam tahun ini didominasi oleh tanaman penyangga dan resapan air, seperti beringin, gondang, koa, ara dan lain sebagainya sejumlah 60 persen. 40 persen sisanya adalah tanaman buah. 


Menanam pohon bersama


"Selain kita berpikir untuk konservasi mata air, kita berpikir juga agar tanaman yang didistribusikan ini nantinya dapat bernilai ekonomi bagi masyarakat," urai Firmansyah. 


Ia membeberkan, sebelum mendistribusikan bibit atau melakukan penanaman pohon, pihaknya selalu melakukan pemetaan, survey dan pendataan terkait pohon yang layak ditanam di titik-titik tertentu. 


"Kami selalu memiliki kajian sebelum menanam, kali ini agar masyarakat juga bersemangat menanam tidak hanya pohon kayu yang kita berikan, tapi pohon buah juga, agar kebermanfaatan jangka pendek dan jangka panjangnya dapat terpenuhi," pungkasnya. 


Sementara itu, Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu mengapresiasi kegiatan konservasi yang dilakukan PDAM KLU. Ia menyatakan langkah konservasi adalah prilaku yang tepat yang seharusnya dilakukan masyarakat KLU secara kolektif, terlebih menilik kondisi KLU yang kerap mengalami kekeringan. 


"Kita semua bisa hidup tanpa nasi, tapi tidak bisa tanpa air," ungkap Bupati. 


Foto bersama


Ia berharap pohon-pohon yang ditanam tersebut dapat menjadi tumbuh subur dan bermanfaat bagi kondisi air di KLU. Ia juga menyatakan, agar OPD terkait seperti dinas Lingkungan Hidup juga melakukan hal yang sama. Pasalnya, keberlanjutan air di KLU butuh kesadaran semua pihak termasuk masyarakat secara menyeluruh. 


"Kondisi air ini mesti disadari oleh semua pihak, selama ini kadang-kadang PDAM disalahkan, padahal kondisi bumi kita yang sudah tidak memadai. Oleh karena itu kesadasan bersama sangat diperlukan untuk menyelamatkan air kita," ujar Djohan mengapresiasi. 


Kegiatan tersebut juga melibatkan komunitas pecinta lingkungan seperti Pawang Rinjani, pemuda Selelos, dan berbagai elemen masyarakat. Hadir pula Dewan Pengawas PDAM KLU Hermanto, Kapolres Lotara, TNI, BPPW, BWS NTB, Camat Gangga, beberapa Kepala OPD lainnya, serta beberapa Kepala Desa. (sat) 

Posting Komentar

0 Komentar