Breaking News

6/recent/ticker-posts

Moto GP dan Gili Festival Diharapkan jadi Titik Balik Normalisasi Pariwisata Gili Matra | Suara Bumigora

Tampak samping dermaga Gili Trawangan

Lombok Utara, suarabumigora.com - Event internasional balap motor termasyhur di dunia Moto GP yang akan digelar di Sirkuit Mandalika pada Maret mendatang dipercaya menjadi titik balik pariwisata Gili Matra (Meno, Air, dan Trawangan) Lombok Utara menjadi normal lagi pascapandemi. Selain Moto GP, Gili Festival yang akan digelar pada bulan yang sama (Maret 2022) dipercaya akan berdampak serupa. 


Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) Lalu Suratman saat ditemui di Gili Trawangan, Kamis (13/1/2022). Menurutnya kedua event tersebut dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke Gili Matra, hingga mencapai kondisi normal lagi. 


"Kita berharap kedua event ini dapat membuat kondisi pariwisata kita normal kembali," jelas pria yang akrab disapa Miq Cung ini. 


Menurutnya, pihaknya telah melakukan berbagai upaya guna menyongsong normalnya tiga gili ini kembali. Salah satunya dengan melobi kepada pihak penyedia jasa penyebrangan (boat) agar para tamu diberikan subsidi. Ia menilai mahalnya harga tiket boat juga menjadi kendala. 


Kepala BPPD KLU Lalu Suratman

"Kita berupaya melobi pihak boat, supaya para tamu ini dapat subsidi, mahalnya harga tiket juga menjadi kendala bagi para tamu," paparnya. 


Ia melanjutkan, pihaknya juga sedang mempersiapkan soft launching Gili Festival, yang akan dilaksanakan Bulan Maret mendatang. Ia juga menyediakan paket menginap saat kegiatan Gili Festival terselenggara. Gili Festival sendiri terakhir dilaksanakan pada 2019 lalu dan sampai saat ini masih tertunda karena Covid-19. Event tahunan tersebut biasanya dimulai dengan Triathlon dan diakhiri dengan Mandi Safar. 


"Kita sedang persiapan untuk soft launching Gili Festival, terakhir dulu 2019 baru kita adakan lagi sejak pandemi," urainya. 


Ia berharap, ada gebrakan dari Pemda KLU guna membantu normalisasi kondisi pariwisata Gili Matra. Menurutnya, selama ini para pengusaha di gili sudah berusaha bertahan hidup tanpa penghasilan sejak dua tahun terakhir, sehingga kehadiran pemda dirasa penting. 


"Kami berharap ada gebrakan juga dari pemda, teman-teman di sini sudah berusaha bertahan," tambah Miq Cung. 


Suasana Gili Trawangan

Sementara itu, salah satu Pengusaha di Gili Trawangan Acok Zani Bassok mengungkapkan, hingga saat ini Gili Trawangan sudah mulai terlihat hidup dengan adanya beberapa tamu yang sudah kembali berwisata ke Gili Trawangan. 


Menurutnya, sekitar 20 persen tamu dari angka normal sudah kembali ke Gili Trawangan, rata-rata tamu tersebut merupakan tamu lokal dan beberapa tamu dari Bali. 


"Beberapa tamu lokal sudah berdatangan, angkanya sekitar 20 persen dari total tamu saat normal," ujarnya. 


Ia berharap, ke depan upaya-upaya yang dilakukan Pengusaha, Pemerintah, BPPD KLU dan instansi lainnya dapat membuahkan hasil, sehingga Gili Matra dapat normal dalam waktu dekat. (sat)

Posting Komentar

0 Komentar