Breaking News

6/recent/ticker-posts

Ditanam Tahun 1985 Jambu Mete di KLU Penyelamat Petani di Era Pandemi | Suara Bumigora

Jambu Mete (Gambar : rumahtani.co.id)

Lombok Utara, suarabumigora.com - Jambu Mete, varietas yang memenuhi sebagian besar areal perkebunan di Lombok Utara kini menjadi penyelamat petani di era pandemi. Pasalnya, musim sudah mulai memasuki kemarau, debit air berkurang sehingga padi tidak bisa menjadi prioritas tani, namun Jambu Mete sebagai tanaman lahan kering mampu menyelamatkan perekonomian petani Lombok Utara saat ini. 


Sekertaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Lombok Utara, M. Zulyadaini, saat diwawancara media pada Kamis (24/9/2020) menyatakan tak disangka peran Jambu Mete saat ini menyelamatkan para petani, pasalnya para petani tidak bisa mengandalkan padi karena debit air untuk persawahan berkurang drastis, mengingat kemarau sudah memasuki fasenya. 


Selain itu, dikatakan Zulyadaini, harga Jambu Mete pun bagus dan stabil, sekitar Rp 16.000 per Kilogram dalam kondisi mentah. Di samping itu, banyak pula petani yang bermukim di wilayah Kayangan dan Bayan sudah mulai berkreasi dengan produk olahan. 


"Kami bersyukur ada Jambu Mete ini, karena hanya itu yang bertahan di musim kemarau ini, padi di lahan persawahan tidak bisa diandalkan pada saat seperti ini, sehingga peran Jambu Mete di era pandemi ini sangat membantu kami," jelas Zulyadaini. 


Diketahui, Jambu Mete yang ada di sebagian besar wilayah Lombok Utara ini telah ditanam di era Presiden Soeharto tepatnya pada 1985 silam. Sehingga ditinjau dari sisi produktivitas buah, kian berkurang termakan usia. Zulyadaini bersama anggota KTNA yang lain berupaya mengajukan pembaruan atau peremajaan pohon Jambu Mete. Tidak hanya itu, ada tiga varietas lain yang juga diajukannya kepada pemerintah daerah KLU untuk diremajakan, yaitu Mangga, Kakau, dan Kelapa, yang menurutnya semua komoditas itu merupakan unggulan di Lombok Utara. 

Kepala Bappeda KLU Heryanto

"Pohon Jambu Mete kita di sini rata-rata sudah berusia 35 tahun, sehingga kita mengajukan peremajaan pohon. Bukan hanya Jambu Mete, tapi juga Mangga, Kakau dan Kelapa yang merupakan komoditas unggulan KLU," paparnya. 


Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Bappeda KLU Heryanto, menyatakan nada serupa bahwa keberadaan Jambu Mete yang kian lapuk tersebut ternyata dapat menyelamatkan kehidupan petani di Lombok Utara. Ia mengakui ada beberapa hal yang didiskusikannya bersama KTNA, salah satunya mengenai peremajaan pohon. 


"Ini luar biasa, petani kita survive di tengah pandemi ini karena adanya Jambu Mete, namun benar sekali pohon-pohon Jambu Mete kita ini perlu peremajaan karena produktivitasnya sudah tidak maksimal," ujar Heryanto. 


Ia pun menyatakan, akan mengakomodir permintaan KTNA untuk peremajaan pohon empat komoditas tersebut, ia berharap agar apa yang diinginkan petani dapat terealisasi tahun depan. Hingga kini, ia mengungkapkan masih merumuskan penyediaan bibit dan strategi penanaman. 


"Itu kebutuhan petani kita, kami berencana untuk merealisasikannya tahun depan, dan sedang merumuskan mengenai bibit dan kebutuhan lainnya," pungkasnya. (sat) 

Posting Komentar

0 Komentar