Breaking News

6/recent/ticker-posts

Final Kompetisi SEMETHON II Digelar Secara Daring | Suara Bumigora


Mataram, suarabumigora.com - Peran generasi milenial tidak bisa dipandang sebelah mata. Jika potensi mereka dimanfaatkan, maka akan menghasilkan ledakan perubahan yang luar biasa. Untuk itu, sepatutnya pemerintah senantiasa melibatkan generasi milenial dalam membantu menyelesaikan problem daerah.

Hal itu sebagaimana dilakukan Transform NTB bekerjasama dengan SNV Netherlands Development Organization dan Creative Hub yang menggelar kompetisi Social Entrepreneur Model Innovathon (SEMETHON) II.

Pelaksanaan Kompetisi SEMETHON II merupakan kompetisi di bidang Social enterpreneur. Sebelumnya SEMETHON I tahun 2019 lalu digelar secara offline, sedangkan tahun ini karena masih dalam suasana pandemi dilakukan secara online. 

Kompetisi SEMETHON II yang diselenggarakan memiliki tujuan ingin berkontribusi dalam penyelesaian permasalahan sosial terutama dalam kaitannya dengan isu ketahanan pangan dan gizi.

Tahun ini sebanyak 70 peserta mendaftar. Namun hanya terpilih menjadi 30 semifinalis SEMETHON II dari 70 peserta yang mendaftar. Sebelum memasuki babak Grand Final, 30 tim dibekali pelatihan dasar wirausaha sosial. 

Karnadi Hardijanto Perwakilan TP2K mengungkapkan bahwa problem penting yang harus diselesaikan ialah stunting. Stunting merupakan salah satu dari akibat kekurangan gizi kronis. Untuk itu setiap anak harus  diselamatkan dan memperhatikan pada 1000 hari anak pertama. 

"Kerentanan anak stunting pada tumbuh kembang anak dan kecerdasan anak. Ujungnya kedepan produktivitas anak stunting tidak akan berkembang. Sehingga penting kita turunkan stunting," ujarnya. 

Pihaknya sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan SEMETHON I dan II yang pada dasarnya turut membantu dan berupaya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

"Saya melihat kegiatan SEMETHON berkorelasi terhadap pemenuhan akses pangan. Saya yakin akses pangan yang ingin dikembangkan pada kegiatan SEMETHON pasti memperhatikan aspek gizinya. Mudahan semakin banyak peserta ini akses masyarakat mendapatkan pangan bergizi sehingga masyarakat memiliki pengetahuan yang baik tentang gizi," paparnya. 

Sementara itu Kepala Bappeda NTB, Dr. H. Amry Rahman, menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya pada semua pihak SNV bersama mitra kerjanya Transform yang telah berupaya bersama-sama dalam membangun NTB mencegah dan mengurangi stunting. 

Apa yang dilakukan untuk mengurangi stunting melalui kompetisi ini sangatlah tepat. Apalagi di tengah tantangan daerah akan pemenuhan gizi pada anak. Untuk itu dia berharap kedepan para peserta bisa mengembangkan inovasi dalam aspek gizi dan pangan di tengah masyarakat.

"Berharap para peserta bisa mengembangkan terutama dalam kaitannya dengan program-program unggulan di provinsi NTB kaitannya dengan pangan dan gizi," paparnya. (lws)

Posting Komentar

0 Komentar