Breaking News

6/recent/ticker-posts

Pemda KLU dan Danrem 162/WB Sepakati MoU Hibah BMD KLU | Suara Bumigora

Foto bersama Najmul Akhyar  dengan Kolonel Rizal, usai menandatangani MoU hibah BMD
Lombok Utara, suarabumigora.com - Percepatan rehab rekon pascagempa secara terpadu di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dinilai menunjukkan progres yang baik. Progres tersebut tidak terlepas dari keterlibatan personel TNI baik pasukan Zeni maupun aplikator TNI-Polri yang cukup optimal. Untuk memaksimalkan peran serta TNI dalam membantu implementasi rehab rekon, keberadaan markas Kodim di KLU perlu segera direalisasikan pasalnya partisipasi TNI memainkan ritme penting baik sebelum maupun saat gempa. 

Demikian intisari penandatanganan MoU perjanjian hibah barang milik daerah KLU kepada Komando Resort Militer (Korem) 162 Wira Bhakti oleh Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, dan Komandam Korem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani, yang berlangsung di ruang rapat bupati Lombok Utara, Selasa (24/9/2019).

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan diantaranya oleh Komandan Distrik Militer (Kodim) 1606 Lobar Kolonel CZI Efrijon Krol, Perwira Penghubung Mayor Inf. Raden Sugondo, Kabag Ekonomi Setda KLU Wahyu Darmawan, Kabag Hukum Setda KLU Raden Eka Asmarahadi. 

Usai penandatanganan perjanjian Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih pasalnya momen tersebut yang selama ini ditunggu-tunggu oleh Mabes AD maupun Kodam, termasuk pihaknya kini sedang mengurus proses penyertifikatan dan persyaratan administrasi lainnya.
Najmul Akhyar dan Kolonel Rizal menandatangani bersama MoU Hibah BMD KLU. 
"Kemarin kami silaturahmi ke Kepala BPN Provinsi NTB, beliau merespon cukup baik dan siap membantu pembuatan sertifikat gratis. Intinya NPHD telah ditandatangani berikut administrasi yang lain juga segera didaftarkan," jelas perwira menengah itu.

Dilanjutkannya, apabila sertifikat sudah keluar maka dalam waktu dekat siap dibangun Markas Komando Distrik Militer (Kodim) KLU. Pihaknya juga telah menyetujui tukar guling Koramil Tanjung ke Desa Jenggala.

"Ini janji bapak KASAD, dengan pertimbangan Lombok Utara dalam proses pembangunan RTG, masyarakat perlu pendampingan dengan harapan bisa kembali seperti sediakala. Kami juga sudah menyetujui tukar guling Koramil Tanjung menunju Tanak song Jenggala. Nanti kami ajukan ke Kodam supaya ada penandatangan seperti ini juga agar segera terealisasi," pungkas Kolonel Rizal.

"Perlu diketahui pada saat pertama kali komunikasi dengan bapak Bupati dengan kondisi susah. Saya berharap semoga kondisi susah ini awal yang baik. Karena intinya TNI akan berbuat terbaik untuk masyarakat KLU. Dalam pembangunan pascagempa kami prioritaskan KLU," tandasnya.

Sementara itu menurut Najmul Akhyar, bahwa penandatangan hibah tersebut termasuk salah satu langkah yang diambil pemerintah daerah untuk mempersiapkan Kodim Lombok Utara. 

Bahkan, sambungnya, sejak awal pihaknya tidak pernah ragu untuk segera merealisasikan markas Kodim di bumi Tioq Tata Tunaq karena Pemkab Lombok Utara merasa kebersamaan dengan TNI memang betul-betul ada, baik sebelum maupun saat gempa seraya berharap Mabes TNI juga mempercepat proses pendirian Kodim di kabupaten terbelia di NTB tersebut.

Dalam kesempatan itu, Najmul, juga menawarkan pola kerjasama dengan cara Markas TNI AD membangun gedung sementara Pemda KLU membangun aula dan lainya. 

"Sekarang ini kami sedang memproses mobil untuk operasional walupun tidak baru," tutur Najmul. 

Ia itu menerangkan, bahwa semangat kebersamaan pada prinsipnya adalah semangat semua elemen daerah untuk membangun kembali Lombok Utara. Berkat kebersamaan tersebut, semua unsur masyarakat melihat progres dari proses pembangunan pascagempa cukup cepat. Hal tersebut juga berkaitan erat dengan keberadaan TNI yang menyebar di seluruh wilayah Lombok Utara, membaur dan menginap di rumah-rumah penduduk.

"Harapan kita untuk tahap kedua ada kesepahaman yang kita bangun supaya masyarakat tidak terkena proses hukum", tutup Najmul. (sat) 

Posting Komentar

0 Komentar