Breaking News

6/recent/ticker-posts

Hadiri Camp Konservasi, Asisten I Pemprov NTB: Santong ini Pecahan Surga | Suara Bumigora

Penanaman pohon di DAS Tiu Prabu

Lombok Utara, suarabumigora.com - Penanaman ratusan pohon yang diinisiasi pokdarwis Pesona Alam Santong (PAS) bertajuk "Camp Konservasi" berjalan lancar, kegiatan yang berlangsung dua hari (25-26/12/2021) tersebut juga diawali dengan diskusi terkait kondisi serta perencanaan pembangunan destinasi wisata berbasis konservasi dan edukasi. Penanaman pohon yang dilakukan di lokasi riverside camp Tiu Prabu tersebut, diikuti antusias oleh berbagai peserta dan tamu undangan. 


Hadir dalam kegiatan itu Asisten I Setda Provinsi NTB Baiq Eva Nurcahyaningsih, Mewakili Pemda KLU hadir Kepala Bidang PSDP Disparekraf KLU Fahman Toriki, Wakil Ketua INTI NTB S. Widjanarko, Kepala Syahbandar Pelabuhan Pemenang Heru Supriadi, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) NTB Boy Mashudi, beberapa pokdarwis undangan dan seluruh anggota pokdarwis PAS. 


Dalam sambutannya, Asisten I Setda Provinsi NTB Baiq Eva Nurcahyaningsih menyebutkan, Santong merupkan bagian dari surga, semua hal begitu alami dan segar. Namun kealamian tersebut menjadi tanggung jawab besar bagi pokdarwis dan masyarakat untuk menjaganya. 


"Santong ini luar biasa, ini bagian dari surga. Tapi keindahan ini bukan hanya anugerah, tapi juga tanggung jawab kita semua untuk menjaganya," ujar Eva. 


Pengembangan wisata berbasis konservasi dan edukasi ini menurutnya unik dikembangkan pokdarwis. Ia menyatakan konsep tersebut adalah ide yang cerdas. Sesuai dengan kondisi alam dan potensi desa. 


Foto bersama usai penanaman pohon

"Ide pariwisata berbasis konservasi dan edukasi ini menurut saya tepat sekali, apalagi dengan kondisi alam kita yg indah ini," sambungnya. 


Di tempat yang sama Kabid PSDP Disparekraf KLU Fahman Toriki mengapresiasi kegiatan "Camp Konservasi" tersebut, pasalnya pokdarwis PAS tidak segan-segan melakukan aksi nyata. Menurutnya banyak pokdarwis yang berdiri hanya nama saja tidak pernah berkegiatan. 


"Situasi kita sedang sulit, banyak pokdarwis yang bertahan hnaya tinggal nama, tapi PAS telah menunjukkan keberadaan mereka, ini hal yang patut diapresiasi," papar Fahman. 


Ada beberapa hal terkait kekurangan yang masih menjadi catatan untuk PAS seperti akses jalan, plat pelapis camping area, dan lokasi yang masih blank spot. Namun secara sajian menu seperti menu makanan ala hutan yaitu Pakis, Rebung, Sukun, Talas, dan Ares (sayuran berbahan baku pohon pisang), menurutnya hal tersebut layak dijual. 


"Kalau soal menu makanan ini patut dan layak dijual, ada beberapa yang mesti dibenahi seperti akses jalan, dan area blank spot, kami ke sini bukan hanya menilai, tapi semoga dari pemda kami bisa membantu," jelasnya. 


Diskusi perencanaan dan evaluasi destinasi

Sementara itu, Ketua Pokdarwis PAS Malkam Hadi, mengucapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu, dari mulai persiapan hingga acara selesai. Menurutnya ini merupakan  langkah awal, seperti inilah nantinya PAS akan melakukan aktivitas pariwisata di Tiu Prabu. 


"Terim kasih untuk semuanya, penanaman pohon ini adalah langkah awal kita, karena beginilah nantinya kita akan melakukan aktivitas wisata di sini," ujar Malkam. 


Ia mengemukakan, ide lahirnya wisata berbasis konservasi dan edukasi ini semata-mata bagaimana mengajak masyarakat yang selama ini menjadi tamu, tidak lagi menjadi penikmat alam yang kita miliki, namun mereka juga menjadi pihak yang bertanggung jawab untuk memelihara dan melestarikan alam ini. 


"Mereka tidak hanya menjadi penikmat, tapi mereka juga harus mencintai alam kita ini," pungkasnya. 


Selain menanam pohon, kegiatan tersebut juga dibarengi dengan pelepasan 250 ekor ikan Nila di sungai Tiu Prabu. Selain didukung oleh INTI NTB dukungan bibit pohon juga didukung oleh KPH Rinjani Barat, KPP Paratama Mataram Timur, beserta Yayasan GMF Peduli. (sat)

Posting Komentar

0 Komentar