Breaking News

6/recent/ticker-posts

Pengakuan Cleaning Service CV Independen Massaro Berujung Penganiayaan | Suara Bumigora

Susanti, Cleaning Service yang mendapat penganiayaan

Lombok Utara, suarabumigora.com - Seorang Cleaning Service (CS) atas nama Ketut Susanti (25) asal Tanjung yang bertugas di RSUD KLU di bawah manajemen CV Independen Massaro, mengalami penganiayaan yang diduga dilakukan oleh pihak koordinatornya pasca pemanggilan seluruh karyawan, dan manajemen CV Independen Massaro oleh Komisi III DPRD KLU, Selasa (3/11/2020). Pemanggilan oleh DPRD tersebut diketahui lantaran ketidakjelasan pemotongan gaji karyawan berdalih BPJS. 

Dalam pertemuan bersama Komisi III DPRD KLU, secara kebetulan Ketut Susanti yang saat itu hadir mendapat pertanyaan secara langsung dari Ketua Komisi III DPRD KLU Artadi, dengan polos Susanti menjawab, tidak diduga jawaban Susanti berujung penganiayaan yang diduga dilakukan oleh empat orang atasannya (koordinatornya) di CV Independen Massaro. 

"Saya hanya menjawab pertanyaan bapak itu (Artadi-red) apa adanya, saya bilang saya tidak tahu apa yang saya tandatangani, tapi saya tandatangan karena takut dipecat. Saat kembali ke kantor itu saya belum turun dari motor, tapi ada tiga orang yang jambak rambut saya, satunya lagi menyiram saya dengan air gelasan," cerita Susanti pada media. 

Ia menyebutkan, akan melaporkan penganiayaan yang menimpa dirinya tersebut kepada pihak kepolisian, namun sebelumnya ia menyatakan akan berdiskusi lebih dahulu bersama pihak keluarganya. 

"Saya ingin melapor kepada polisi, tapi sebelumnya saya akan musyawarah dengan keluarga saya terlebih dahulu," ujar wanita 25 tahun tersebut. 

Artadi, saat menerima pengaduan Susanti

Ditemui di ruangannya saat menerima laporan Susanti, Ketua Komisi III DPRD KLU Artadi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan penganiayaan tersebut adalah imbas dari jawaban yang diberikan Susanti pada forum pertemuan CV Independen Massaro dengan Komisi III DPRD KLU tadi siang. 

"Di forum tadi, kebetulan saya tunjuk ibu (Susanti-red) itu, saya tanya apa dia mengetahui apa yang dia tandatangani, dia menjawab tidak, lantas saya tanya lagi alasannya tandatangan, dia bilang karena takut dipecat. Nah setelah mereka kembali dari pertemuan itu dia mendapat penganiayaan dari atasannya," jelas Artadi.

CV Independen Massaro diduga telah melakukan pemotongan gaji sejumlah Rp 45.000 perbulan terhadap semua CS, dengan dalih untuk membayarkan BPJS para CS, namun hingga saat ini para CS diketahui tidak pernah menerima kartu BPJS, padahal pemotongan gaji oleh pihak manajemen sudah dilakukan dari bulan Maret lalu. 

"Mereka sudah mengakui pemotongan gaji itu, dan BPJS para CS ini tidak didaftarkan, apalagi mau dibayarkan, sekarang mereka mau mengembalikan gaji karyawan yang mereka potong, tapi jumlahnya juga variatif, ini tidak beres," tutup Artadi. (sat)

Posting Komentar

0 Komentar