Breaking News

6/recent/ticker-posts

Drs. H. L Mudjitahid Wafat, NTB Berduka | Suara Bumigora

Drs. H. Lalu Mudjitahid (Alm)
Mataram, suarabumigora.com - Duka mendalam dirasakan masyarakat NTB atas berpulangnya salah satu tokoh, putra kebangaan NTB, H. Lalu Mudjitahid yang wafat di RSUD Provinsi NTB, Sabtu (1/8/2020) pukul 14.57 Wita setelah menjalani perawatan selama beberapa hari. 

Sepanjang hidupnya, banyak mendedikasikan waktu, tenaga, dan pemikiran-pemikiran untuk kemajuan daerah NTB. Almarhum merupakan Wali Kota Mataram pertama, ketika pembentukan Kota Administratif Mataram dari Kabupaten Lombok Barat. Sehingga menjabat Walikota Mataram dari tahun 1978-1989.

Selepas itu, almarhum menjabat Bupati Lombok Barat selama dua periode yaitu dari 1989-1999. Salah satu program legendaris yang ia gagas "Jumat Bersih" menjadi program unggulan yang diadposi di tingkat nasional di era Presiden Soeharto.

Cerita kepemimpinannya, sangat melekat sebagai pemimpin yang merakyat. Konsep blusukan yang belakangan populer, sudah dilakukannya di era 1980-an. Turun ke rakyat dan menyerap langsung aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Ia membuat konsep pembangunan parsitipatif yang dilakukan di Kota Mataram dan Lombok Barat ketika ia menjabat sebagai kepala daerah, membuahkan hasil yang membanggakan.

Dalan dunia aktivisme menjadi rangkaian yang tak terpisahkan dari kehidupan almarhum. Bahkan hingga akhir hayatnya, beliau abdikan diri pada dunia yang telah melambungkan namanya. Hal itu terlihat dari aktivitas terakhir Mudjitahid yang turut di garda terdepan melakukan aksi menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila, yang menurutnya sarat dengan kebangkitan komunisme. Baginya, komunisme merupakan musuh yang tak boleh bangkit.

Mudjitahid memang besar dari situasi ini. Suasana kebatinan ummat Islam Lombok atas aksi-aksi revolusioner PKI di daerah pada sekitar tahun 1963, memaksa Mujitahid memutar otak. Suatu waktu beliau bergumam, bagaimana  mungkin mayoritas umat Islam Lombok yang juga basis Masyumi, kalah dengan PKI. 

Mengingat tak lama pasca berdiri Sekolah Tinggi Ilmu Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (STIHPM) Sangkareang yang merupakan cikal bakal Fakultas Hukum Unram tahun 1962, saat itu sudah ada organisasi-organisasi sayap dan berafiliasi komunis. Ada GMNI underbow PNI, ada pula CGMI underbow PKI. 

Mudjitahid muda akhirnya pergi mencari mandat untuk mendirikan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) ke Jakarta. Atas bantuan Ali Amran BA, Mujitahid akhirnya mendapatkan mandat mendirikan HMI di Mataram pada bulan September 1963. 

Bersama sekitar 30 orang rekan-rekan beliau, tepat di salah satu ruang kelas Sekolah Koperasi Mataram (SKOPMA) yang kini jadi SMKN 1 Mataram, sepakat dan berkomitmen mendirikan HMI di Mataram. Meski jadi inisiator pendirian HMI, beliau lebih memilih menjadi Sekretaris Umum HMI Mataram. Karena di saat bersamaan jadi Ketua Pemuda Muhammadiyah. Sementara Ketua HMI diserahkan ke Mudjaffar Husein. 

Kini, inisiator HMI Cabang Mataram itu telah berpulang. Keluarga besar HMI berkabung. Tunai sudah janji saya (Darsono Yusin Sali) mengabadikan peran penting Mudjitahid untuk ummat dan bangsa dalam sebuah buku "Pergulatan HMI di Pulau Seribu Masjid". Sehingga keteladanan beliau patut kita tiru. 

Banyak teladan pada kami-kami juniornya yang akan mengantarkan almarhum Miq Mudjitahid ke surga firdaus. (lws)

Posting Komentar

0 Komentar