Mataram, suarabumigora.com - Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi faktor kunci dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. Hal tersebut ditegaskan Prof. Dr. Muhamad Ali, yang menyatakan kesiapan perguruan tinggi menjalankan fungsinya tidak hanya sebagai pusat keilmuan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Menurut Prof. Muhamad Ali, pendekatan akademik dan ilmiah yang dimiliki perguruan tinggi harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mengembangkan potensi lokal serta menjawab berbagai tantangan daerah, mulai dari persoalan sumber daya manusia, lingkungan, sosial, hingga ekonomi.
“Perguruan tinggi tidak boleh terjebak sebagai menara gading yang terisolasi. Kampus harus hadir di tengah masyarakat dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan dan mengimplementasikan pembangunan,” ujarnya, pada Rabu (31/12/25).
Ia menjelaskan, sinergi tersebut diwujudkan melalui berbagai program konkret, antara lain pengembangan sumber daya manusia (SDM), riset dan kajian ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta dukungan dalam perumusan kebijakan publik. Perguruan tinggi berperan menyiapkan generasi muda yang kompeten dan berdaya saing, sekaligus meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) melalui pendidikan lanjutan dan program beasiswa.
Di bidang riset, kolaborasi antara universitas dan pemerintah daerah dilakukan untuk mengidentifikasi potensi serta mencari solusi atas persoalan lokal. Hasil penelitian ini menjadi rujukan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan berbasis bukti (evidence-based policy), termasuk dalam perencanaan pembangunan daerah.
Sementara itu, melalui program pengabdian kepada masyarakat seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dan berbagai kegiatan pemberdayaan, perguruan tinggi menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung di tengah masyarakat. Program tersebut dinilai efektif dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah terpencil dan tertinggal.
Selain itu, perguruan tinggi juga berkontribusi dalam penyusunan naskah kebijakan (policy paper) dan kajian strategis yang menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan rencana pembangunan jangka panjang. Inovasi serta kewirausahaan sosial yang dikembangkan kampus turut mendorong peningkatan daya saing daerah dan pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Dalam kerangka kolaborasi pentahelix, pimpinan universitas berperan sebagai penghubung antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan media untuk memastikan pembangunan berjalan secara inklusif. Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah daerah, di antaranya Universitas Lampung dengan Pemerintah Provinsi Lampung serta UIN Mataram dengan Bapperida Lombok Tengah.
Prof. Muhamad Ali menegaskan, dengan peran sebagai pusat pengembangan SDM unggul, mitra riset dan inovasi, pelaksana pengabdian masyarakat, serta jembatan konektivitas global, perguruan tinggi diharapkan mampu mendorong terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan dan inklusif.



0 Komentar