Mataram, suarabumigora.com — Lalu Usman Ali terpilih sebagai Koordinator Presidium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Mataram periode 2026–2027.
Penetapan tersebut dilakukan melalui rapat Presidium MD KAHMI Kota Mataram yang berlangsung di Bhumi Coffee Mataram, Senin (14/9/2026).
Lalu Usman Ali akan menjalankan amanah tersebut bersama jajaran Presidium MD KAHMI Kota Mataram yang terdiri atas Asrin, Ahmad Zuhairi, Muhammad Faqih, Lalu Usman Ali, dan Sawaludin Susanto yang saat ini menjalankan tugas sebagai salah satu pimpinan Bulog di Jawa Timur.
Sementara itu, Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Kota Mataram dipimpin Hariati.
Terpilihnya Lalu Usman Ali menjadi momentum baru bagi MD KAHMI Kota Mataram untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan kontribusi alumni HMI dalam pembangunan daerah.
Lalu Usman Ali mengatakan, agenda utama kepemimpinannya ke depan adalah memperkuat internal organisasi serta membangun sinergi yang produktif dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
“KAHMI harus mampu memperkuat internal sekaligus membangun sinergi dengan lembaga-lembaga pemerintah. Kita ingin menjadi mitra yang strategis sekaligus kritis dalam mengawal dan mendorong pembangunan Kota Mataram dan Provinsi NTB,” ujar Lalu Usman Ali.
Menurutnya, KAHMI sebagai organisasi alumni tidak boleh hanya menjadi ruang silaturahmi. Keberadaan KAHMI harus diwujudkan melalui gagasan, kontribusi keilmuan, profesionalitas, serta keterlibatan nyata dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Salah satu perhatian yang menjadi prioritasnya adalah keberlanjutan kaderisasi HMI. Ia menyebut kaderisasi sebagai “mata air perkaderan” yang harus dijaga agar regenerasi intelektual dan kepemimpinan HMI tetap tumbuh.
“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menjaga mata air perkaderan di Kota Mataram. KAHMI memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kaderisasi tetap hidup, sehat, dan mampu melahirkan generasi yang memiliki kapasitas kepemimpinan,” katanya.
Selain penguatan kaderisasi, Lalu Usman Ali mendorong adanya transfer pengetahuan dan distribusi keterampilan dari alumni kepada kader HMI. Menurutnya, KAHMI memiliki potensi besar karena para alumninya berasal dari berbagai latar belakang keilmuan, profesi, dan pengalaman. Potensi tersebut perlu dikonsolidasikan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi kader, alumni, masyarakat, dan pembangunan daerah.
“Kita ingin ada transfer knowledge dan distribusi keterampilan dari para alumni kepada kader-kader. Alumni memiliki pengalaman dan kompetensi yang sangat beragam. Potensi itu harus menjadi energi bersama untuk memperkuat kader dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi lintas sektor. KAHMI, kata dia, harus hadir sebagai kekuatan intelektual masyarakat sipil yang mampu memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah, sekaligus tetap kritis terhadap kebijakan yang menyangkut kepentingan publik.
Terpilihnya Lalu Usman Ali sebagai Koordinator Presidium juga menjadi catatan tersendiri setelah dirinya menyelesaikan rangkaian Pelatihan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan ke-40 Lemhannas RI tahun 2026.
Pengalaman tersebut diharapkan semakin memperkuat perspektif kebangsaan dalam menjalankan amanah organisasi dan mendorong kontribusi KAHMI bagi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Lalu Usman Ali juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Muhammad Faqih yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Koordinator Presidium MD KAHMI Kota Mataram.
Ia mengapresiasi dedikasi dan kontribusi Muhammad Faqih selama memimpin organisasi serta berharap kesinambungan program dan semangat kolaborasi tetap terjaga dalam kepengurusan berikutnya.
Dengan komposisi Presidium yang berasal dari beragam latar belakang akademik dan profesional, MD KAHMI Kota Mataram periode 2026–2027 diharapkan mampu menghadirkan kepemimpinan kolektif yang solid, responsif, dan produktif.
Ke depan, KAHMI Kota Mataram diarahkan tidak hanya menjadi ruang silaturahmi alumni, tetapi juga menjadi rumah gagasan, pusat pengembangan kapasitas, serta mitra strategis dan kritis bagi pembangunan Kota Mataram dan Provinsi Nusa Tenggara Barat.(lws)



0 Komentar